SAAT TOGA BERTENGGER DI KEPALA

SAAT TOGA BERTENGGER DI KEPALA

Oleh: Irmansyah

 

wisuda.jpgBTM3 Unimed – Canda tawa, senyum manis, wajah berseri terpancar di setiap wajah yang hari ini merasakan kebahagiaan yang begitu luar biasa, tidak terkecuali juga hal ini dirasakan oleh para mahasiswa yang menyatakan dirinya Aktvis Da’wah Kampus (ADK). Bahkan ada yang sampai menitikkan air mata pertanda keharuan yang begitu mendalam.

          Betapa tidak, waktu empat tahun terasa amat singkat dilalui. Jejalan materi kuliah, tugas dan praktikum, hingga penggarapan tugas akhir, semua seakan berlalu begitu saja saat toga bertengger di kepala. Kini tinggal romantika kenangan yang tersisa, juga lembaran ijazah dan transkip nilai sebagai bekal masa depan.

          Betapa tidak, romantika indah disaat-saat mengarungi lautan samudera da’wah di kampus. Terbayang saat-saat indah melalui jalan da’wah, bersama melalui terjalnya jalan nan berliku, pahit manisnya perjuangan di jalan da’wah bersama para Jundullah. Semua itu sesaat lagi akan berlalu, semua akan menjadi kenangan-kenangan indah yang tak akan terlupakan oleh waktu.

          Ya Rabb, apakah masa-masa indah seperti ini akan bisa kembali terulang?, akankah peluhan keringat, goresan luka akan kembali bisa dirasakan?. Betapa kami akan merasakan kehilangan saudara-saudara kami yang kami cintai. Entah kapan masa-masa ini bisa kembali kami rasakan.

          Saudaraku, saat toga bertengger di kepala, ada dua pertanyaan yang seharusnya terfikir di benak kita, “Apakah saya siap meninggalkan kampus?”, dan “Apakah saya sudah siap menghadapi da’wah pasca kampus?”.

          Apakah kita sudah siap meninggalkan kampus dengan jiwa dan perasaan yang tenang?, sudahkah kita mempersiapkan orang-orang yang akan meneruskan estafet da’wah?, orang-orang yang siap untuk meneruskan amanah yang belum sempat terselesaikan oleh kita?, atau malah sebaliknya……

          Apakah kita sudah mempersiapkan diri kita untuk menghadapi tantangan da’wah pasca kampus. Siapkah kita untuk berpindah arena da’wah? Tantangan demi tantangan akan kembali kita rasakan, namun tidak bersama orang-orang yang sama dan tidak pula dengan objek da’wah yang sama.

          Akankah komitmen berda’wah tetap merekat di dalam diri kita di saat kita tidak lagi bersama dengan saudara-saudara kita?, akankah semangat da’wah akan teat kita kobarkan ketika kita jauh dari saudara-saudara kita?

          Saudaraku, perjalanan kita masih panjang, masih banyak tugas-tugas da’wah yang harus kita selesaikan. Untuk itu pastikan diri kita ambil bagian dalam proyek da’wah guna tegaknya Din Islam yang mulia ini.

          Selamat jalan wahai saudaraku,

          Semoga Allah SWT meridhoi segala perjuangan, pengorbanan, tetesan keringat, goresan luka, tetesan darah yang pernah antum ukirkan di kampus ini.

Teruskan perjuangan sampai titik darah yang terakhir. Allahu Akbar!!!

Wallahua’lam

 

Salam Ukhuwah

4 Tanggapan

  1. Tiada kata indah seindah kata ukhuwah…
    dalam sebuah jalinan persaudaraan islam…
    jalinan yang abadi di sisi tuhan…
    berawal dari sebuah perkenalan…

    semai tumbuh mekar berbatang serta berdahan…
    berhiaskan ranting nan berimbun dedauanan…
    berbuahkan cinta suci karena tuhan…
    damai lagi sejuk terasa indah di pandang…

    di kampus unimed…kampus nan-tercinta…
    kutemukan kurasakan sebuah penomena cinta…
    kusadari sepenuhnya, cinta adalah rahmat_Nya…
    yang harus dijaga dan dipelihara…

    kunantikan janji_Mu…
    kuberharap pada_Mu…
    kuberada diantara tujuh golongan yang Kau lindungi
    dst…

    saudaraku…
    bait-bait syair di atas
    adalah cuplikan nasyid suara persaudaraan
    walau tak pasti dalam ingatanku
    bagaimana kalimat syair yang sesungguhnya
    tapi, setidaknya ini adalah bagian luapan rasa “cinta”
    kepada rekan-rekan juang Dakwah Kampus
    yang saat Allah beri izin untuk mendahului kami
    jujur
    sekilas saya juga bisa merasakan apa yang dirasakan akhi Irman…
    saya juga merasa kehilangan
    merasa sedih
    gundah
    tapi dibalik semua itu saya juga bangga
    bangga punya saudara seperti mereka
    mereka bukan_lah manusia biasa
    mereka adalah para kesatria dakwah kampus
    dimanapun mereka selama ini berada
    di BTM3…
    UKMI…
    KAMMI…
    Puskomda FSLDK

    Oh…Tuhan

    Mereka adalah sumber insparasi bagiku…
    Sumber gagasan…
    Sumber nilai-nilai kebajikan…
    Sungguhkah secepat ini…?

    Ya…
    mungkin ini-lah hidup
    laksana halte di jalanan
    ia hanya tempat singgah sementara
    untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya

    Semoga kebersamaan kan memberi arti…
    berarti bagi kami yang belum wisuda…
    berarti bagimu yang telah wisuda…

    akhi Irman…
    aku bisa menanggap apa yang kaurasakan
    saya merasa seperti ada resonansi jiwa diantara kita
    semoga kita tetap bersama
    melanjutkan amanah yang masih tersisa

    buat semua kesatria dakwah kampusku
    tetap kunanti kabarmu
    kan kunanti masukanmu
    kan kunanti kontribusi nyatamu
    isnyaAllah

    Dariku untuk kita semua…!!!

    Wassalam

    Herman Siregar
    08126401250
    Email: herman_angkola@yahoo.co.id

  2. *SILUET CINTA*
    Teruntuk buat: Kakak-kakakku, “Sang wisudawati”
    perindu Syurga…..
    ************************************************************
    Kulihat,
    Ada binar tulus dimatamu,
    Saat “gelar” kebangaan itu tergantung dibahumu..

    Kulihat,
    Ada senyum dibibirmu,
    Saat gelar mahasiswamu kini
    resmi engkau tinggalkan..

    Kulihat,
    Ada merona dipipimu,
    Saat ucapan selamat menghampirimu…

    Tapi………
    Tahukah engkau, duhai wanita perindu syurga???
    Rasa sesak tidak dapat lepas dari diriku…
    Rasa gundah tidak dapat pergi dariku…

    Ya…,
    Sesak karena harus berpisah dengan dirimu..
    Gundah karena takut tidak dapat bertemu dengan figur sepertimu..
    Yang memberi nasihat disetiap khilafku
    Yang memberi semangat disetiap lemahku
    Yang mengajarkan aku tentang cintaNya…

    Kakakku….,
    Aku mencintaimu karenaNya..
    Kini aku yakin,
    perpisahan ini adalah wujud cintaNya untuk kita.
    Lahan dakwah yang harus kita garap berbeda sudah, tapi.. t
    etap satu karenaNya..
    Moga Allah memberi yang terbaik bagi kita,
    dunia akhirat.

    Kakakku…’
    Jangan lupakan indahnya ukhwah yang telah kita bina
    disini..
    Dikampus hijau ini..
    Doakan kami agar tetap bertahan ditengah kuatnya gelombang tantangan dakwah..
    Dan kami…
    akan terus mendoakanmu..

    Tetaplah dalam cintaNya, kakakku…
    Sampai Allah mencintaimu…….

  3. Barokaulah atas diwisudanya saudara-saudaraku seperjuangan dijalanNya,

    “jangan berambisi memegang jabatan pemerintahan atau pegawai negeri dan anggaplah ia sebagai pintu rizqi yang paling sempit. Tetapi jangan menolaknya jika ditawarkan pada antum, jangan mengundurkan diri, kecuali jika hal trsebut bertentangan dengan tugas-tugas da’wah” (Hasan Al Banan Wasiat ke 19)

    serig kali para “mereka” yang telah lulus dari kampus sangat berambisi untuk menjadi “pembantunya pemerintah” krena dianggap jika telah menjadi seorang pns maka hidup akan nyaman, stiap bulan sudah di beri jatah, kerjanya ngak susah-susah dan banyak alasan yang lain lagi kenapa harus pns mulai dari alasan “keamanan sampai kpd alasan kenyamanan”.

    tidak salah memang karna kita juga sadar “keamanan dan kenyamanan” itu memang mutlak kita butuhkan, apalagi jika kbradaan kita di ‘SITU’ mampu membri warna yang baru.

    tapi ikhwa fillah bukankah kenyamanan itu tak hanya bisa di dapatkan dengan cara sperti itu (pns red), “sembilan dari sepuluh pintu rezkinya Alloh adalah dalam perniagaan, so jangan berpikir pns terus ayo JADI ENTERPRENEUR, dan kalo kita lihat gnerasi sahabat gak ada tuh yang kepikir jadi pns (krna dulu gk ada pns x ya) dan Rosul Muhammad SAW sendiripun itu seorang enterpreneur(istrinya juga khadijah binti khuwailid).

    af 1 ya kalo ada kata yang salah….;-)
    senang pernah “Berjuang” dengan antum tetaplah jadi Pahlawan yang sesungguhnya ok.

    Allohuakbar ………………………………………….:-O

    e mail: ikhwan_unimed04@yahoo.co.id

  4. intinya ketika toga sudah berkelendutan di raga oran-orang yang memakainya itu artinya ada jalan baru yang harus dilalui. ingat idealitas dunia kampus takkan lagi dijumpai, realita lebih berat dari apa yang sering dibicarakan para mahasiswa. keep your spirit !!!

    e mail: malakhyar@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: