Pentingnya Bi’ah Islami di Kampus

BtM3 Unimed – Dakwah kampus memiliki tujuan utama, yaitu ingin menghasilkan alumni-alumni yang berafiliasi kepada Islam, dan optimalisasi peran kampus dalam upaya mentransformasi masyarakat menuju masyarakat Islami. Untuk mencapai tujuan utama ini, ada beberapa sasaran yang harus dicapai oleh sebuah lembaga dakwah kampus. Salah satu sasaran tersebut adalah terbentuknya bi’ah (lingkungan) yang kondusif bagi kehidupan Islami di kampus, baik dalam sisi moral, intelektual, maupun tanggungjawab sosial. Bi’ah Islami inilah yang seharusnya menjadi salah satu perhatian pokok bagi pengelola dakwah kampus.

Mengapa kita memerlukan bi’ah Islami? Untuk menjelaskannya, saya coba analogikan dengan sebuah teknik dalam ilmu kimia dan farmasi, yaitu “Kromatografi” (Chromatography). Kromatografi adalah teknik pemisahan campuran atau senyawa kimia berdasarkan perbedaan kecepatan perambatan komponen dalam medium tertentu, menjadi senyawa-senyawa atau campuran yang kita inginkan. Pada kromatografi, komponen-komponennya akan dipisahkan antara dua buah fase yaitu “fase diam” (stationery phase) dan “fase gerak” (mobile phase). Fase diam akan menahan komponen campuran sedangkan fase gerak akan melarutkan zat komponen campuran. Komponen yang mudah tertahan pada fase diam akan tertinggal. Sedangkan komponen yang mudah larut dalam fase gerak akan bergerak lebih cepat. Selain itu ada istilah “Column”. Column merupakan salah satu parameter dalam proses kromatografi yang bisa kita atur, sehingga bisa memperkirakan hasil yang diinginkan. Dengan kadar-kadar tertentu pada mobile phase dan column, kita bisa mengharapkan hasil yang “cantik”. “Peak chromatography” adalah hasil yang kita inginkan, puncak dari hasil pemrosesan pemisahan senyawa kimia. Apabila kadar mobile phase dan column yang digunakan sesuai, maka akan dihasilkan sebuah peak chromatography yang cantik dengan ketajamannya.

Jadi, saya mencoba menganalogikan bi’ah Islami dengan proses Kromatografi. Bi’ah Islami adalah sebuah model lingkungan yang baik (Islami), yang pola pergaulan dan hubungan antar manusia sedemikian rupa Islami. Lingkungan Islami ini merupakan bagian dari proses pembentukan kader. Dengan bi’ah Islami maka akan dihasilkan dari dalamnya kader, da’i, dan murobbi yang siap untuk terjun. Karena dirinya telah dibina, dipisahkannya unsur-unsur jahiliyah dan unsur kebaikan, dengan daya dukung lingkungan (bi’ah) Islami. Ini telah dibuktikan di beberapa LDK kampus dan Rohis sekolah.

Apabila lingkungan internal LDK kondisinya masih sulit dibedakan dengan ormawa lain, alias tidak ada bi’ah Islami (misalnya, akhlak ADK masih seperti orang awam, contoh: suka mencela walaupun hanya bercanda, suka memotong pembicaraan orang lain, tidak mendengarkan dengan baik, tidak ada senyum ramah ketika bertemu, suka tertawa terbahak-bahak berlebihan, tidak menjaga pandangan, penyakit lidah, penyakit hati, jarang yang melaksanakan ibadah sunnah, jarang yang tilawah, dll), maka bisa dipastikan akan sulit memperoleh dai/murobi yang handal. Kalau pun dihasilkan da’i/murobbi, maka hasilnya itu bisa dipastikan kurang memenuhi kualitas standar (muwashofat), tidak ada kedewasaan dan kewibawaan di mata mad’u dan orang lain.

Bi’ah Islami adalah lingkungan yang harus kita bentuk dalam lingkungan LDK. Dia merupakan lingkungan yang kondusif untuk menjalankan kehidupan yang Islami, dan lingkungan yang kondusif untuk beribadah. Dalam sebuah bi’ah Islami, para ADK gemar melakukan ibadah sunnah (apalagi ibadah wajib), ukhuwah Islamiyah-nya erat, kalau ketemu saling jabat tangan dan senyum ramah, tegur sapa yang baik, ADK gemar membaca buku-buku Islam di perpustakaan, shaum senin-kamis, atau ayamul bidth, tilawah qur’an, shalat dhuha, akhwatnya berjilbab menutup aurat, ikhwannya berpakaian rapi dan sopan, saling menjaga pandangan (ghadul bashar) antara ikhwan dan akhwat, mading-mading ramai setiap saat dengan artikel Islaminya, dsb. Dalam bi’ah Islami, akhlak ADK tidak seperti yang digambarkan pada paragraf di atas. Jika kondisi lingkungannya seperti ini, insya Allah akan mudah mendapatkan dan membentuk kader, da’i, dan murobbi yang handal, tangguh, dengan ma’nawiyah yang kuat.

Dengan demikian, apabila kita dapat membentuk sebuah bi’ah Islami dalam kampus kita, khususnya di lingkungan tempat ADK beraktivitas, maka tujuan dakwah kampus dapat kita capai. Alumni-alumni yang berafiliasi pada Islam akan mudah dibentuk, insya Allah… []

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: