Keteladanan Aktivis Dakwah Di Bidang Pers

BTm3 Unimed – Pers dengan segala lembaga, sarana, dan prasarananya yang beragam memiliki peran dan pengaruh besar dalam mengarahkan umat dan bangsa. Siaran yang visual maupun audio visual, sandiwara, bioskop, koran, majalah, tabloid, buku bacaan, selebaran, buletin, pusat-pusat kajian, kaset, video, dan lainnya, saat ini berperan aktif dalam pertempuran ideologi dan pemikiran di pentas regional maupun internasional. Kita dapat menyaksikan bahwa sistem-sistem yang ada saat ini mempergunakan sarana-sarana tersebut untuk mempromosikan ideologinya dan menghujat ideologi lainnya.

Seharusnya para aktivis dakwah memiliki peran dalam bidang ini dan menggunakan sarana-sarana para modern untuk kepentingan dakwah dan untuk menyebarkan prinsip-prinsip Islam yang lurus, agar cahayanya dapat menerangi seluruh penjuru alam dan menggusur kegelapan materialisme yang telah menutupi dunia, tidak terkecuali dunia Islam.

Bila situasi tidak mendukung para aktivis Islam untuk mengoptimalkan sebagian besar sarana pers tersebut, karena minimnya sumber daya atau karena tekanan dan pembatasan dari penguasa, bahkan di sebagian negara kita sampai pada tingkat pembredelan koran dan majalah Islam. Namun tidak berarti kita menyerah pada keadaan atau menganggap kecil peran pers Islam. Karenanya, harus bersabar, bersungguh-sungguh, dan terus menerus menerobos medan tersebut serta menyiapkan para pakar dan para ahli spesialis untuk bidang tersebut. Sebab Islam agama fitrah yang memiliki kekuatan besar ini bila disampaikan oleh orang-orang yang ikhlas melalui sarana-sarana pers yang beragam tersebut, maka tentu pengaruhnya akan lebih besar.

Para aktivis Islam yang menerjuni bidang ini harus tetap tunduk dengan aturan-aturan dan adab-adab Islam. Mereka harus membuat patokan-patokan syar’i yang mengatur masing-masing sarana, agar karena itu dapat menunaikan perannya yang konstruktif. Dengan begitu, pers Islam dapat terhindar berbagai dosa dan pelanggaran yang menjadi identitas sarana pers di masa ini, yang menjadi perpanjangan tangan strategi musuh dalam menghancurkan masyarakat kita, keluarga kita, dan anggota masyarakat kita. Mungkin karena kerusakan inilah maka sebagian besar aktivis Islam tidak mau menerjuni bidang pers, kecuali orang yang dijaga oleh Allah.

Dan harus ada koordinasi antara para aktivis Islam yang terjun di dunia pers Islam yang beragam, sehingga potensi tersatukan, orientasi tersatukan, dan hasilnya akan optimal. Kami akan membicarakan keteladanan dalam sebagian cabang dari bidang ini membutuhkan potensi lebih besar, penelitian yang lebih lama dan para ahli di bidangnya, agar faedahya lebih besar dan lebih merata.

Keteladanan di Media Cetak
Koran, majalah, risalah, buku, bulletin dan lainnya memiliki pengaruh yang meluas dan bertahan lama bagi individu dan masyarakat. Karenanya, pergerakan Islam harus memberi perhatian yang cukup pada bidang ini dan mempersembahkan keteladanan yang baik dalam bidang tersebut.

Wartawan Muslim Teladan
Wartawan muslim teladan yang kita inginkan adalah menekuni bidangnya dan komitmen pada adab-adab Islam. Ia memilih berita-berita yang benar dan menyuguhkan dengan apa adanya; tanpa mengurangi, membesar-besarkan, atau memutar balik kenyataan. Lalu memberikan analisa yang obyektif dan teliti agar bermanfaat bagi para pembaca dan dapat membangun opini yang benar. Ia harus menghindari penghinaan atau melukai perasaan orang lain dalam setiap tulisannya.

Ia harus memberikan kritik yang konstruktif, menghindari kritik yang merusak, dan mengatakan yang haq walaupun terasa pahit, tanpa menjilat atau takut. Kita ingin wartawan muslim berlaku obyektif dan sportif; mengatakan baik pada orang yang berbuat baik dan mengatakan buruk pada orang yang berbuat jahat, dengan bahasa yang tidak terkesan emosional dan dapat diterima oleh umum.

Wartawan muslim harus menghindari bahasa menjilat pada para penguasa atau orang-orang yang berpengaruh dan harus waspada terhadap upaya perekrutan dengan rayuan atau ancaman.

Wartawan muslim teladan pandai mengaitkan persoalan dan berita yang di tulis dengan dakwah, agar manusia mengetahui bahwa agama Islam itu mencakup segala bidang kehidupan dan bahwa ia memiliki peran sebagai pengarah, penentu hukum, dan pemberi solusi dalam setiap bidang tersebut.

Wartawan muslim harus ikut merasakan problem dan kesulitan yang diderita oleh masyarakat Islam dan bekerja sama dengan para ahli untuk ikut memberikan solusi bagi problem tersebut.

Wartawan muslim teladan harus selalu waspada terhadap hal-hal yang disebarkan oleh musuh Allah dan para kaki tangannya untuk mendiskreditkan Islam atau harakah Islam. Dan ia harus membongkar kebohongan mereka tersebut serta menyuguhkan ajaran Islam kepada manusia dengan cara yang baik.

Penulis Muslim Teladan
Penulis mulim teladan yang kita inginkan adalah yang pandai memilih tema yang bermanfaat dan mendukung dakwah Islam, itqan (teliti) dalam membahas tema, dan menyajikannya dengan bahasa yang baik dan jelas, agar maknanya akan sampai ke hati dan ke akal, serta menimbulkan pengaruh yang diharapkan.

Kita menginginkan penulis muslim teladan yang komitmen dengan pemahaman Islam yang benar, jauh dari keparsialan, penyimpangan dan kekeliruan dalam semua tulisannya. Dan yang menyadari besarnya dosa yang harus dipikul dari sekian banyak pembaca yang terpengaruh dengan pemahaman yang salah dalam tulisannya.

Kita menginginkan agar para penulis muslim yang memiliki bakat dalam menulis atau bakat dalam bidang pers mengembangkan dan memanfaatkan bakat tersebut, sehingga tidak ada satupun bidang pers yang tidak kita kembangkan dan kita manfaatkan setelah diwarnai dengan warna Islam.

Kita menginginkan agara penulis kisah Islami ikut ambil bagian dengan bakatnya. Kita dapat memberikan solusi bagi persoalan-persoalan penting bagi berbagai lapisan ; anak-anak, pemuda, orang tua, laki-laki ataupun wanita dengan gaya cerita. Sebab cerita atau kisah memiliki daya tarik dan pengaruh tersendiri.

Kita juga menginginkan seorang penyair muslim teladan yang ikut ambil bagian dalam menyelesaikan masalah keislaman melalui syair-syair atau nasyid-nasyid yang membangkitkan semangat kaum muda. Tidak dapat dipungkiri bahwa syair memiliki pengaruh yang luar biasa dalam jiwa manusia.

Sumber : Kitab ”Fiqh Dakwah Jilid 2”, Musthafa Masyhur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: