Ciptakan Kue Sepanjang 1 Meter saat PLN Padam

BTM3 Unimed – Untuk urusan menggelar pameran, kreatifitas mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan PKK Program Studi Tata Boga dan Tata Busana Universitas Negeri Medan (Unimed) bisalah diacungi jempol. Kemarin, misalnya, di kampus negeri itu, digelar acara pameran berbagai produk makanan, busana dan lain sebagainya.

 

Lima ratusan pengunjung yang rata-rata adalah mahasiswa. Kamis lalu memadati ruangan Auditorium Unimed Jalan Wiliem Iskandar. Mereka mengunjungi berbagai stan pameran yang berdiri di areal tersebut. Gelar pameran ini, dibuka langsung Rektor Unimed Drs. Syawal Gultom MPd.

Di hadapan pengunjung, Syawal mengaku gembira dengan kegiatan yang dibuat mahasiswa tersebut. Menurut beliau, kegiatan itu sama halnya membangun kreativitas dan menambah pengalaman bagi mahasiswa. “Mahasiswa yang mengikuti perkuliahan Tata Boga dan Tata Busana, pasti nantinya bisa hidup mandiri dan dapat membuka lowongan kerja baru,” tambahnya.

Arena pameran kemarin, memang lebih didominasi pameran produk makanan. Tercatat sekira 30 jenis makanan dipampangkan di setiap stan. Tersebutlah, makanan berupa mie rebus, soto banten. Lontong sate dan berbagai macam makanan lainnya. Semua produk makanan itu dibuat sendiri oleh mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan PKK Tata Boga dan Tata Busana.

 Selain memajang produk berbagai makanan, mahasiswa juga memamerkan buah karya berbagai jenis minuman. Semisal, jus kedondong dengan somboy, jus sirsak, jus pepaya, markisa dan es koteng.

Kata Ketua Pameran Makanan Dicky Zulfikar, harga berbagai makanan yang dipamerkan cukup terjangkau bagi kalangan mahasiswa. Dengan bermodal Rp5000 saja, pengunjung dapat menikmati berbagai makanan yang dipamerkan. Karena murah itulah, dalam waktu tiga jam berbagai produk makanan dan minuman ludes diborong pembeli.

Makanan ludes, acara belum usai. Masih ada berbagai kegiatan lain yang dirangkai dalam acara pameran tersebut. Semisal, memamerkan kue tart bertuliskan Unimed sepanjang 1 meter. Untuk membuat kue ini, mahasiswa menghabiskan bahan-bahan seperti telur sebanyak 60 butir, 2 kilogram tepung terigu, 2 kilogram gula pasir dan 1.800 gram mentega. “Kue tersebut merupakan hasil karya mahasiswa. Dibuat selama semalaman suntuk dengan kondisi mati lampu,” terang Dicky.

Kue ini kemudian disajikan kepada para pengunjung yang datang. Tentunya dengan merogoh kantong sebanyak Rp2.000, secuil kuepun didapat.

Sementara Ketua Panitia Pameran Busana Eva Mayasastri, menyatakan, sekira enam jenis pakaian dipamerkan di ajang tersebut. Meliputi pakaian pesta dewasa, rekreasi dan pakaian kerja orang dewasa. Selain itu, ada juga pakaian rekreasi anak dan pakaian pesta anak.

           Menariknya lagi, di pameran itu juga digelar festival kebaya. Tema pagelaran yang dipilih unik. Bertitel Full Colour in Imagination. Kebaya dan pakaian yang dipamerkan berbahan baku enceng gondok dan kulit pisang. Kebaya ini dikenakan oleh 79 model lokal. Para model diambil dari luar kampus dan dilatih selama tiga bulan agar luwes mengenakan pakaian yang dipamerkan. “Pakaian dan kebaya yang dipamerkan itu dijual Rp1 juta sampai Rp3 juta,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: