Mari Belajar Bersyukur

BTM3 Unimed – Seorang ibu terlihat gusar setelah melihat tumpukan piring kotor di dapurnya. Semua itu bekas makan siang beberapa orang tamu yang baru saja berkunjung. Bukan karena banyaknya cucian piring, tapi masih terlihatnya potongan-potongan daging bersisa. Belum lagi sisa nasi yg masih menumpuk di piringnya. Ah, padahal untuk menyediakan lauk pauk itu tentu si ibu mesti mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Semua itu demi menjamu tamunya. Kalau saja para tamu itu hanya memakan daging dan mengambil nasi secukupnya saja, tentu tidak akan ada makanan bersisa di piring kotor, dan anak-anaknya bisa ikut menikmati sebagian daging utuh lainnya.

Melihat potongan daging itu, si ibu bingung, mau dibuang sayang, mau diolah lagi sudah kotor bercampur sisa makanan lain. Tapi Alhamdulillah tetangga sebelah punya kucing. Mungkin ini rezekinya si kucing.

“Jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl : 18).

Begitu banyak nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Nikmat iman, sehat, penghidupan (harta, ilmu, anak, waktu luang, ketentraman, dll) serta nikmat-nikmat lain yg tak terkira. Namun dengan sekian banyaknya nikmat yang Allah berikan sering kali kita lupa dan menjadikan kita makhluk yang sedikit sekali bersyukur, bahkan tidak bersyukur. Na’udzubillahi min dzalik.

Sering kali kita baru menyadari suatu nikmat, bila nikmat itu diambil atau hilang dari siklus hidup kita. Ketika sakit, baru kita ingat semasa sehat. Bila kita kekurangan baru kita ingat masa-masa hidup cukup. Syukur diartikan dengan memberi pujian kepada yg memberi nikmat dengan sesuatu yang telah diberikan kepada kita berupa ma’ruf dalam pengertian tunduk dan berserah diri pada-Nya. Cobalah kita memikirkan setiap langkah yang kita lakukan. Bila makan tak berlebihan dan bersisa. Bayangkan, di tempat lain begitu banyak yang kesulitan dan bekerja keras untuk mencari sesuap nasi. Bahkan banyak saudara kita yang kurang beruntung, mencari makan dari tong-tong sampah. Lantas sedemikian teganyakah kita menyia-nyiakan rezeki makanan yg didapat dengan berbuat mubadzir. Ketika punya waktu luang malah dipergunakan untuk beraktivitas yg tdk bermanfaat bahkan cenderung merugikan orang lain. Kala tubuh sehat, malah lebih banyak dipakai melangkahkan kaki ke tempat tak berguna. Tidak terbayangkah bila nikmat itu hilang dengan datangnya penyakit atau musibah lainnya. Ah, alangkah ruginya, karena semuanya menjadi percuma disebabkan tidak bersyukurnya kita atas nikmat. Bahkan karena sikap-sikap tadi yang didapat hanyalah dosa dan murkaNya.

Kita harus berusaha menerapkan rasa syukur kita dari hal-hal yang sederhana. Setiap aktivitas sekecil apapun usahakan untuk selalu sesuai aturanNya. Kerusakan yang sekarang timbul di sekeliling kita tidak lain karena sikap kufur nikmat sebagian dari kita. Bayangkan, negara yang kaya akan sumber daya alam, tetap sebagian besar rakyatnya miskin. Untuk itu, tidak ada salahnya bila kita mulai diri dan keluarga kita, belajar bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Agar nikmat itu jangan sampai menjadi balasan siksa karena kufur akan nikmatNnya. Mulailah untuk sering melihat kondisi orang-orang yang berada di bawah kita. Jika sudah, tentulah kita akan lebih banyak mengatakan “Alhamdulillah”.

Seperti dalam hadits Rasulullah saw, “Perhatikanlah orang yang berada di bawah tingkatanmu (dalam urusan duniawi), dan janganlah kamu memandang kepada orang yang berada di atasmu. Itu lebih layak bagimu supaya kamu tidak menghina pemberian Allah kepadamu.” (HR. Muslim)

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kehilangan nikmat (yang telah Engkau berikan), dari siksaMu yang mendadak, dari menurunnya kesehatan (yang Engkau anugrahkan) dan dari setiap kemurkaanMu.” (HR. Muslim dari Ibnu Umar).

___
Sumber: Milis Bina_ukhuwah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: