“PANTASKAH KITA???”

Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu Mengetahui. (At Taubah: 41) 

Saudaraku yang dimuliakan Allah, Sadarkah kita ketika kita dilahirkan ke muka bumi ini, tidak sehelaipun benang yang melekat di tubuh kita. Tidak sepatah katapun yang keluar dari mulut kita melainkan hanya tangisan yang tak seorangpun mengerti apa yang kita katakan. Kita hanya bisa terbaring dan menangis mengharapkan orang lain tahu apa yang kita inginkan.Betapa agungnya Allah yang telah membesarkan kita, memberikan kepada kita pendengaran, penglihatan, kemampuan untuk berkata-kata. Betapa sayangnya Allah kepada kita yang telah memilih kita menjadi salah satu dari sekian banyak hamba Nya yang mendapatkan hidayah dari Nya. Hidayah yang membawa kita kepada suatu kenikmatan yang mampu mengalahkan segala kenikmatan yang ada, kenikmatan keimanan dan keberislaman. Kenikmatan ini jualah yang telah membawa para syuhada yang rela mengorbankan jiwa dan raga mereka untuk Allah. Kenikmatan yang tiada ternilai harganya walaupun harus dibayar dengan cucuran darah. Kenikmatan yang tiada tara walaupun harus berkhir dengan kematian, mati sebagai Syuhada. Kenikmatan ini jualah yang telah menghantarkan kita ke jalan dakwah, jalan yang telah banyak menghantarkan beribu-ribu nyawa ke pangkuan Nya. 

Saudaraku yang dimuliakan Allah, Sadarkah kita kalau kita sekarang berada di tengah-tengah jalan ini. Perjalanan yang tidak semua orang mampu melaluinya. Tidak sedikit orang yang “TERELIMINASI” dari jalan ini, berguguran seperti gugurnya dedaunan dari pohonnya, kemudian layu dan tidak berarti apa-apa, diinjak dan diseret oleh orang-orang yang melaluinya. Tidak sedikit pula orang-orang yang merasakan kebahagiaan dan kenikmatan di jalan ini, kenikmatan yang membuat mereka tidak ingin mundur selangkahpun darinya, tidak berniat untuk menepi dari jalan ini, apalagi meninggalkan jalan ini, walaupunharus meneteskan air mata, meneteskan keringat, meneteskan darah, mengorbankan harta, keluarga yang amat mereka cintai, bahkan mereka tidak takut untuk mengorbankan jiwa dan raga mereka dalam menapaki jalan ini. Satu yang selalu menjadi impian mereka “Surganya Allah Swt”. 

“Sesungguhnya Allah Telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu Telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang Telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar”. (At Taubah: 111)

 Saudaraku yang dimuliakan Allah, Lantas apakah yang menyebabkan kita untuk mundur dari jalan ini? Apa yang menyebabkan kita untuk berpaling dari kemuliaan jalan ini? Berpaling dari Allah? Berpaling untuk mendapatkan kenikmatan yang telah Allah janjikan? Tidak cukupkah janji Allah akan kenikmatan surga yang telah dijanjikan Nya kepada kita? Apakah kita masih ragu dengan janji Allah? Pantaskah kita untuk tidak berjihad di jalan Nya? Pantaskah kita unutk berjihad dengan harta dan jiwa raga kita? Jangan pernah terfikir oleh kita untuk keluar dari jalan ini, tidakkah kita merindukan untuk pertemuan dengan Allah dan Rasul Nya? Tidakkah kita ingin bertemu dengan para syuhada, bertemu dengan orang-orang yang telah dijanjikan Allah akan  surga Nya kepada mereka. Tidak inginkah kita??? 

Saudaraku yang dimuliakan Allah, Yakinlah akan suatu masa, suatu masa yang pasti akan menghampiri setiap manusia. Masa dimana tidak seorangpun yang mau menemani kita. Masa dimana tidak sedikitpun harta yang kita miliki akan menemani kita, masa dimana tidak sehelai benangpun melekat di tubuh kita kecuali kain putih yang setia menemani kita di dalam kesunyian dan penantian. Itulah suatu masa dimana kita akan kembali kepada Nya. Masa-masa yang akan menentukan langkah kehidupan kita berikutnya, kehidupan setelah kematian. Kehidupan yang akan menentukan kita, apakah akan mendapatkan surga Nya atau tercampak ke jurang neraka. Pantaskah kita???Wallahu a’lam   

                                                                      By: Dept. Kaderisasi BTM3 Unimed

                                                                     E mail: kadribtm3@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: