Landasan Berdemo Mahasiswa

BTM3 unimed – Demonstrasi dalam wujud aksi massa yang turun ke jalan dengan membawa poster serta meneriakkan yel-yel tentu bukan bagian dari sebuah ritual keagamaan. Masalah seperti itu lebih dekat dimasukkan sebagai bagian dari dinamika sosial politik yang kaitannya lebih erat dengan ‘urf dan kondisi sosial budaya yang ada di suatu tempat. Karena bentuk-bentuk aksi massa seperti itu hanyalah bentuk teknis dari sebuah perkara dalam syariah yang intinya memberikan pengawasan (muraqabah) kepada penguasa yang diberi amanat untuk menjalankan roda pemerintahan.

Sehingga menyoroti teknis dari bentuk demo massa sebagai sebuah bid’ah, tentu tidak pada tempatnya. Karena memang bentuk seperti itu tidak kita temukan contoh teknisnya di masa Rasulullah SAW maupun masa shahabat. Namun kalau kita bicarakan isi dan prinsipnya, maka sebenarnya esensinya tidak lain adalah pengawasan (muraqabah) dan amar ma’ruf nahi munkar.

Sekali lagi karena sesuatu yang bisa dibilang bid’ah adalah yang terkait dengan ritual ibadah seperti shalat, puasa, haji dan sejenisnya. Adapun masalah yang terkait dengan pola kehidupan yang umum serta detail dari teknisnya, semua bisa diserahkan kepada ‘urf yang sejalan dan selaras dengan syariat Islam.

Esensi Demonstrasi adalah Pengawasan (Muraqabah/controlling)

1. Al-Qur’an Al-Karim secara tegas untuk melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar. Bahkan meninggalkan nahyi munkar akan menyebabkan turunnya laknat atas suatu ummat.

“Telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan ‘Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (QS. Al-Maidah : 78-79)

2. Bahwa Rasulullah SAW memerintahkan kepada umat Islam untuk mengoreksi orang yang berlaku zalim dan menindas. Bahkan beliau mengisyaratkan untuk memanggilnya dengan sebutan “wahai zalim”. Sabda Rasulullah SAW :
Dari Abdullah bin Amr bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Bila kalian mendapati kondisi dimana ummatku takut untuk berkata kepada orang zalim, “Wahai zalim”, maka kamu telah diucapkan selamat tinggal kepada mereka. (HR. Ahmad)

3. Hadits Rasulullah SAW :

Dari Abu Bakar bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya manusia bila melihat orang lain berbuat zalim tapi tidak mencegahnya, maka Allah akan meratakan siksa kepada mereka dari sisi-Nya.” (HR. Abu Daud)

At-Tirmizy mengatakan bahwa hadits ini shahih.

4. Bila kita bicara di masa para shahabat, ada contoh yang sangat jelas tentang pentingnya pengawasan kepada pemimpin yang dilakukan oleh rakyat.

Ketika Umar bin Al-Khattab diangkat menjadi khalifah, beliau berpidato,”Bila kalian melihat kebengkokan pada diriku, maka luruskanlah”. Salah seorang dari yang hadir lantas berkata, “Ya, bila aku mendapati kamu melakukannya, maka akan aku luruskan engkau dengan pedang ini”.

Demonstrasi Yang Melanggar Syariat

Bila dalam praktek aksi massa itu terdapat hal-hal yang bertentangan dengan syariat, maka jelas bahwa hal itu terlarang. Diantara yang bisa dijadikan contoh adalah :

– Berdemo tapi tidak melakukan shalat wajib yang lima waktu.

– Demo dengan cara mogok makan atau hal lainnya yang bisa mencelakakan diri sendiri.

– Demo dengan cara berbuat keonaran, anarki, merusak fasilitas umum atau amuk massa.

– Demo yang mengganggu hak orang lain seperti memacetkan jalan utama atau mengambil dagangan orang lain tanpa bayar dst.

– Demo yang tujuannya menegakkan paham anti Islam seperti komunisme, ahteisme, liberalisme, sekulerisme dan lainnya.

– Campur baurnya laki-laki dan wanita tanpa batas sehingga menimbulkan ikhtilath jama’i. []

Sumber : Syariahonline.com

Satu Tanggapan

  1. Kerancuan pemahaman Demo
    Sesungguhnya inti dari dakwah para nabi dan rasul adalah”Wa’budulloha wajtanibuth Thoghut..(Sembahlah Alloh dan jauhilah thoghut-segala sesembahan selain Alloh)” (QS:An-Nahl:36).
    Inilah inti dari Islam, yaitu mengkufuri segala bentuk thoghut dan hanya menetapkan bahwa Alloh satu-satunya dzat yang berhak disembah. Inilah dakwah tauhid yang dengannya Alloh menegakkan langit dan bumi, menciptakan jin dan manusia, mengutus para Rasul dan menurunkan kitab-kitab bersama mereka. Dengan kalimat tauhid ini pula Alloh mensyari’atkan jihad, pedang-pedang terhunus, panji-panji dikibarkan serta genderang perang ditabuh.Oleh karenanya, sesungguhnya TIDAK SAH IMAN seseorang hingga dia wajib memenuhi 2 rukun fundamental ini, yaitu kufur kepada Thoghut dan Beriman kepada Alloh.
    Sedangkan telah diketahui dengan pasti berdasarkan dalil-dalil dari Al-Kitab dan AS-Sunnah bahwea orang yang berhukum dengan selain hukum ALloh seperti yang ada di negara Indonesia ini adan termasuk thughut yang wajib dikufuri dan bahwkan diperangi. (Silahkan lihat: Fathul Majid, Syarh kitabut-Tauhid pada catatan kaki fatwa Syaikh Muhhamad Al-Faqhy, Al-‘Umdah fie’I’dadil ‘Uddah, karya Syakh ‘Abdul Qodir bin ‘Abdul ‘Aziz, Tafsir Ibnu Katsir Al-ma’idah ayat 50, Atho-Thoghut, karya Abu Basheer (bahkan kitab ini secara tegas dan terang-terangan menyatakan bahwa DPR yang membuat UUD yagn menyelisihi syari’at Alloh adalh thoghut kafir)dst….dst…). Demikian pula pemerintah republik Indonesia ini secara ‘Amm (umum, bukan ta’yin -vonis kafir secara perorangan) adalah orang-orang kafir dan tidak diragukan lagi.
    Lalu bagaimana Anda menympangkan nash-nash syar’i kepada sesuatu yang tidak sebagaimana mestinya, mendudukannya kepada tempat yang tidak seharusnya….?? dengan anggapan pemerintah sekarang ini adalah orang-orang Islam..wa aina hujjatuka…ayyuhannas…????!!.
    Maka sesungguhnya berdemo dengan menggerakkan massa -dengan berbagai dalih yang dibuat-buat dan dipaksakan- meskipun untuk menasehati pemerintah atau bahkan menuntut diberlakukan syari’at Islam di negara kafir (lihat perbedaan negara kafir dan negara Islam dalam kitab Ahkamul Shultoniyah, Imam Mawardi, ikhtafud-Daraini, DR. Abdulloh Ath0Thuraiqy, Ibnu Qoyyim, lihat juga pendapat Syakh DR. Abdulloh ‘Azzam-rahimahulloh- ,serta selainnya)kepada pemerintah yang juga kafir, maka tidaklah mungkin dapat dibenarkan, dan ini jelas tertolak secara akal maupun naql juga manhaj Nabi dalam menegakkan Islam. Bahkan juga sesungguhnya memperjuangkan syari’at lewat parlemen adalah mempermainkan syari’at islam, sehingga sesat dan menyesatkan serta telah menibun ribuan potensi pemuda Islam dan menjadikan mereka merasa tenang di bawah kekuasaan pemerintah thoghut yang seharusnya mereka kufuri dan perangi (Demikian penjelasan Syaikh ‘Abdul QOdir bin ‘Abdul ‘Azizi dalam Al’Umdah, terbitan pustaka Darul Ilmi, solo). Maka seseungguhnya tidak ada jalan lain dalam menegakkan daulah Islam dan memberlakukan syari’ah Islam kecuali menegakkan i’dad dan jihad memerangi pengusa thoghut dan ini berdasarkan nash-nash syar’i, manhaj nabawy periode Madinah dan bahkan akan Anda lihat secara realistis apa yagn telah telah terjadi di Checnya dengan berlakunya syari’at Islam setelah mengalahkan Rusia adlah dengan jihad angkat senjata dan AK-47, demikian pula apa yagn terjadi di Afghanistan, dan Iraq yang telah mendeklarasikan berdirinya NEGARA ISLAM IRAQ (lihat buku deklarasi berdirinya daulah islam iraq, terbitan pustaka ISLAMIKA, solo)adalah hasil jihad melawan thoghut amerika maupun thogut kulit Arab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: