Anak Perempuan dan Tarbiyah Askariyah

BTM3 Unimed – Rasulullah SAW bersabda, ?Mukmin yang kuat itu lebih baik daripada mukmin yang lemah, dan pada keduanya terdapat kebaikan.? Tentu yang dimaksud ?kuat? dalam hadits ini adalah kuat secara fisik maupun psikis.

Tarbiyah askariyah merupakan perintah Allah SWT untuk mempersiapkan seluruh umat Islam supaya siap melaksanakan jihad. Allah SWT berfirman, ?Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi, dan dari kuda yang ditambat (untuk persiapan perang) yang dengan itu kamu dapat menggentarkan musuh Allah dan musuh kamu??? (QS. Al Anfal: 60). Tatkala kaum Muslimin telah meremehkan persiapan ini, kondisi mereka akan tetap sama seperti yang kita saksikan sekarang ini (ditindas dan dihinakan ?red). Dengan kata lain, setiap kali umat Islam telah menyimpang dari tuntutan agamanya dam melecehkan perintah Tuhan-nya, niscaya mereka akan hidup sengsara dan terhina. Umat Islam adalah umat pejuang. Tarbiyah ?askariyah akan mempersiapkan generasi muda Islam untuk berjihad.

Tarbiyah Askariyah Laki-Laki dan Perempuan, Berbeda

??.dan laki-laki itu tidak sama dengan perempuan?? (QS. Ali Imran: 36)

Perempuan itu berbeda dari laki-laki dalam beberapa hal, seperti organ tubuh, kulit, suara, penampilan dan sekresinya. Kaum perempuan mengalami haid, mengandung selama 9 bulan, melahirkan, lalu menyusui anaknya, dan bahkan belum selesai menyusui anak yang pertama sudah mengandung anak yang kedua.

Ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah, dia berkata, ?Wahai Rasulullah, kami melihat jihad itu merupakan amalan yang paling utama. Bolehkan kami berjihad? Rasulullah menjawab, ?Tetapi jihad yang paling utama adalah haji mabrur.? (HR. Bukhari)

Dalam riwayat lain, Aisyah berkata, ?Wahai Rasulullah, apakah kaum wanita harus berjihad?? Rasulullah SAW menjawab, ?Mereka harus berjihad yang di dalamnya tidak ada peperangan, yaitu haji dan umrah.? (HR. Ibnu Khuzaimah)

Perempuan Palestina
Bangsa Palestina merupakan salah satu bangsa di dunia yang paling padat penduduknya. Perempuan Palestina memikul tugas yang berat dalam berjihad melawan penjajah Yahudi. Tugas berat ini tidak lain adalah melahirkan anak. Anak- anak kelahiran tahun 1948 merupakan pejuang-pejuang di tahun 1968 dan anak- anak kelahiran tahun 1973 merupakan pejuang di tahun 1988 dalam melawan bangsa Yahudi hanya dengan bersenjatakan batu kerikil. Pada tahun 1968, revolusi bangsa Palestina meletus yang dimulai oleh Gerakan Jihad Islam Fatah, yang kemudian diikuti oleh organisasi-organisasi lain.

Seandainya bukan karena pertolongan Allah SWT yang membimbing kaum perempuan Palestina untuk rela berkorban, niscaya revolusi Palestina tidak akan terwujud dan tidak ditemui anak-anak yang melawan penjajah dengan hanya bersenjatakan batu kerikil, sementara bangsa Yahudi terus melakukan berbagai macam usaha untuk membasmi bangsa Palestina. Mereka beberapa kali mengungkapkan ketakutan akan masa depannya, karena populasi bangsa Palestina jauh lebih banyak dibandingkan populasi warga Yahudi. Mereka menaruh dengki dan kemarahan terhadap para perempuan Palestina dan menjulukinya sebagai sarang lebah yang besar atau asy dababir (yaitu sebangsa serangga yang lebih besar dibandingkan lebah dan sengatannya sangat menyakitkan. Hewan ini hidup bergerombol dalam satu sarang, sehingga apabila mereka merasakan adanya bahaya, segera menyerang musuhnya dalam jumlah besar ? red).

Dengan demikian, para perempuan Palestina yang melahirkan kurang lebih 10 anak, jauh lebih menakutkan dibandingkan perwira-perwira wanita lulusan akademi militer.

Peran Perempuan dalam Tarbiyah Askariyah
Kaum perempuan memiliki peranan penting dalam tarbiyah askariyah, sebagaimana tercantum di bawah ini.

1. Menyiapkan anak perempuan Islam sesuai sistem yang mampu membentuknya menjadi ibu yang salehah dan mengembangkan jiwanya, agar senang berketurunan dan mendidik anak-anaknya untuk taat kepada Allah SWT, sehingga menjadikan sebagai amal shaleh dan bermanfaat di kehidupan akhirat. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ?Apabila seseorang telah meniggal dunia, maka putuslah segala amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang selalu mendoakannya.? (HR. Muslim)

2. Mendidik anak perempuan untuk bersikap rendah hati dan hemat, agar bisa menjadi istri yang sabar dan mampu membantu suaminya dalam mengelola hartanya sekaligus mendidik jiwanya di jalan Allah. Jadi, seorang istri yang salehah adalah yang mencintai sesuatu yang ada di sisi Allah dan zuhud terhadap dunia. Itulah benteng kukuh yang akan menjaganya, di saat seorang suami pergi dari rumah untuk berjuang. Oleh karena itu, di saat seorang pejuang meninggalkan istri dan anak-anaknya untuk pergi jihad dengan tekad akan mengorbankan jiwanya di jalan Allah SWT, sang istri akan mendoakannya, memotivasinya, dan berusaha menghiburnya bahwa Allah SWT akan senantiasa menjaga anak-anaknya, agar sang suami merasa tenang. Begitu pula, seorang pejuang juga berusaha menenangkan istrinya bahwa dia mampu menjaga dirinya, rumah dan anak-anaknya di saat dia tidak ada.

3. Menumbuhkan keutamaan sikap sabar pada diri anak perempuan Islam lewat materi seperti Nahwu, Imla?, Hadits, Tarikh, dan lain-lain, di mana di dalamnya dipaparkan tentang kisah para sahabat Nabi dari kaum perempuan yang kesabarannya pantas untuk dijadikan teladan paling utama, seperti Asma binti Abu Bakar yang buta. Beliau adalah perempuan yang sabar dan menyerahkan semuanya kepada Allah.

Contoh lain adalah Al Khansa. Beliau pernah menuju Perang Qadisiyah untuk memotivasi keempat anaknya. Keempat anaknya maju perang laksana pahlawan yang gagah berani, hingga mereka semua meraih kesyahidan di jalan Allah. Tatkala kematian mereka sampai kepada Al Khansa, beliau tidak menangis dan tidak tampak bersedih hati, bahkan berkata, ?Segala puji bagi Allah yang telah memuliakan aku dengan kesyahidan mereka. Aku berharap Rabb-ku mengumpulkanku bersama mereka dalam naungan Rahmat-Nya.

4. Menanamkan keyakinan qadha dan qadar dalam jiwa anak perempuan Islam, agar beriman bahwa jika ajal telah datang menjemput, tak ada lagi dapat ditunda-tunda atau dipercepat sesaat pun. Selain itu, juga beriman bahwa Allah SWT itu Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan, Maha Memuliakan dan Maha Menghinakan, Maha Pemberi Manfaat dan mudarat. Ada dalam genggaman-Nya kunci segala sesuatu.

5. Apakah anak perempuan juga dilatih beberapa aktivitas di medan peperangan? Ada sebagian yang berpendapat bahwa mungkin saja seorang anak perempuan berangkat ke medan perang untuk memberi minum pada pasukan yang terluka dan merawat yang sakit.

Ummu Katsir, istri Hamman bin Harits An-Nakhai bercerita, ?Kami menyaksikan Perang Qadisiyah bersama Sa?ad dan suami-suami kami. Ketika jumlah pasukan berkurang, kami mengencangkan pakaian dan mengambil tongkat-tongkat besar, lalu mendatangi para korban perang. Bila korban dari pihak kaum Muslimin, kami beri minum lalu kami angkat. Sedangkan bila korban dari pihak musyrikin, kami bunuh sekalian.?

Anak perempuan harus dilatih cara memberi pertolongan pertama, khususnya cara membalut korban luka dan cara mengevakuasinya. Adapun dalam program pendidikan dan pengajaran yang disiapkan untuk anak-anak perempuan, cukup berisi pengarahan untuk rajin beribadah dan aspek spiritualnya meningkat dari cinta dunia menuju cinta pada akhirat, bersikap rendah hati, lebih mengutamakan akhirat daripada dunia, berlomba-lomba dalam memperbanyak keturunan dan mendidiknya demi mencari ridha Allah, menjadi orang yang sabar, dan apabila perang berkecamuk, dia mendorong anak-anaknya untuk berjihad sebagaimana dilakukan oleh Asma? dan Al Khansa. Selain itu, mereka juga dilatih tentang cara memberi pertolongan pertama pada korban perang dan mendidik mereka cara bertahan diri, jika memang kondisi mendesak.[]

Sumber: Kitab Al Muslimun wa At Tarbiyah Al-‘Askariyah/Tarbiyah Askariyah Mencetak Generasi Militan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: