Mengenal Islam, Aqidah dan Syariat

BTM3 Unimed – Islam merupakan sebuah Ad Din. Ad Din di sini bukan sekedar agama yang dipahami oleh kebanyakan orang, yaitu agama yang hanya sekedar mengurusi hal-hal upacara keagamaan atau ibadah ritual seperti shalat, zakat, puasa, dll. Penggunaan istilah “agama” dalam pengertian yang biasa dipergunakan oleh masyarakat itu tidak sesuai bagi Islam. Karena Ad Din di sini berarti adalah satu cara hidup. Ia adalah suatu sistem yang mencakup peraturan-peraturan yang menyeluruh, serta merupakan “undang-undang” yang lengkap dalam semua urusan hidup manusia untuk kita terima dan mengamalkannya secara total.

Kesimpulannya, Islam tidak hanya sekedar agama, tapi juga suatu cara hidup, suatu sistem, pedoman hidup, dan juga peraturan-peraturan yang menyeluruh. Islam adalah Ad Din yang telah diwahyukan Allah kepada Rasulullah SAW sebagai rahmat bagi seluruh semesta alam. Ia adalah Ad Din yang berintikan kepada dua hal, yaitu iman dan amal. Iman merupakan aqidah atau pokok, dan di atasnya berdiri syariat Islam.Aqidah sendiri berasal dari istilah عقيدة, yaitu pecahan dari perkataan ‘aqad عقد, yang umumnya berarti ikatan atau simpulan. Biasanya ikatan atau simpulan ini berlaku pada benda seputar tali dan hal yang seumpama.Tetapi perkataan ini juga digunakan pada suatu yang ma’nawi, seperti perjanjian dan yang seumpamanya. Dari ikatan atau simpulan ma’nawi ini lahirlah perkataan aqidah, yaitu ikatan atau simpulan ma’nawi secara khusus dalam hal kepercayaan. Berpadukan kepada asal perkataan tadi maka perkataan aqidah boleh dipahami sebagai kepercayaan yang terikat erat dan tersimpul kuat dalam jiwa sehingga tidak mungkin akan tercerai atau terurai (Pengantar Aqidah: Dr. Muhammad Sulaiman Hj. Yasin: hal 207).

Seorang ulama Mesir (Asy Syahid Hasan Al Bana, alm.) mengatakan tentang istilah Aqa’id (masih satu kata dasar dengan “aqidah”). Aqa’id adalah perkara-perkara yang hati Anda membenarkannya, jiwa Anda menjadi tenteram karenanya, dan ia menjadikan rasa yakin pada diri Anda tanpa tercampuri oleh keraguan dan kebimbangan.

Baru saja kita mengenal sepintas istilah aqidah. Sekarang mengenai syariat Islam. Syariat berarti cara-cara beribadah, asas-asas kehidupan bermasyarakat, undang-undang yang mengatur hubungan antar manusia sebagai hamba Allah, berkenaan dengan muamalah dan hukum-hukum jenayah, serta mengenai halal dan haram.

Agar lebih memahaminya, kita pelajari hal berikut ini. Setiap Rasul yang diutus Allah membawa Ad Din yang satu, yaitu Ad Din yang menyeru manusia untuk meng-Esa-kan Allah. Membawa “agama” tauhid, yang tidak mengakui adanya tuhan-tuhan melainkan hanya Allah semata. Dalam kerangka hal tersebut, mereka (kaum setiap Rasul) membentuk peraturan-peraturan yang dibawa oleh Rasul pada zamannya. Peraturan-peraturan inilah yang dinamakan syariat. Jadi, walaupun Ad din yang dibawa oleh setiap rasul itu sama (tauhid, meng-Esa-kan Allah), namun syariat mereka berbeda-beda dalam hal-hal tertentu.

Allah berfirman:

لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجاً

“Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang…” (QS Al Maidah : 48)

Dan dengan diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai nabi penutup, maka syariat Islam telah menutup seluruh syariat nabi-nabi sebelumnya dan menempatkannya sebagai syariat terakhir yang sempurna. Tidak ada lagi syariat selain Syariat Islam. Di dalamnya tidak terdapat perbedaan tatacara beribadah, asas-asas kehidupan dan undang-undang yang berlaku bagi manusia dan seluruh alam hingga akhir kiamat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: