Mengenal Ahmadiyah (Qadiyanisme)

TA’RIF

Qadiyanisme adalah sebuah gerakan yang muncul pada tahun 1900 M, yang dibidani oleh penjajah inggris di benua india dengan tujuan merusak dan menjatuhkan ummat Islam dari segi ajarannya sendiri, khususnya dari segi jihad, sehingga mereka tidak menghadapi penjajah dengan mengatasnamakan Islam. Corong gerakan ini adalah majalah “Religion” yang diterbitkan dalam bahasa Inggris.

SEJARAH BERDIRI DAN TOKOH-TOKOHNYA

Mirza Ghulam Ahmad Al-Qadiyani (1839-1908 M), adalah pelaksana utama bagi terwujudnya Qadiyanisme. Tokoh ini mempunyai kaitan erat dengan sebuah keluarga yang terkenal sebagai “Pengkhianat” terhadap agama dan negara.

Toko ini dikenal dikalangan para pengikutnya dengan perawakan kerempeng, sering sakit-sakitan, dan pecandu narkotik. Mirza Ghulam Ahmad, menulis buku lebih dari 50 judul, brosur-brosur, dan makalah-makalah. Di antara buku-bukunya yang terpenting ialah: “Izatulatul Auham” (Menghilangkan Prasangka), “I’Jaz Ahmady” (Mukjizat Ahmadiyah), “Barahin Ahmadiyah” (Bukti-bukti Ahmadiyah), “Anwarul Islam” (Cahaya Islam), “I’jazul Masih” (Mu’jizat Al Masih), “At-Tabligh” (Tabligh), dan “Tajaliyat Ilahiyat” (Bukti-bukti Ketuhanan).

PARA KHALIFAH DAN TOKOH QADIYANISME

– Nurudin: Orang-orang inggris meletakkan mahkota khilafah di atas kepalanya, kemudian diikuti oleh pendukungnya. Di antara karya tulisnya ialah “Fashul Khitab”. Dialah khalifah pertama (Ahmadiyah).

– Muhammad Ali: Amir Qadiyanisme Lahore. Tokoh ini menjadi otak Qadiyanisme dan mata-mata penjajah, yang bekerja pada sebuah majalah propaganda “Qadiyanisme”. Ia telah mengeluarkan sebuah terjemahan Al Qur’an yang telah diselewengkan dalam bahasa Inggris. Di antara karya-karya tulisnya ialah: “Haqiqatul Ikhtilaf” (hakikat perselisihan), dan “An-Nubuwah Fil Islam” (Kenabian dalam Islam).

– Muhammad Shadiq: Mufti Qadiyanisme. Karangannya antara lain: “Khadimu Khatamu Nabiyyin” (Khadam nabi Terakhir).

– Basyir Ahmad bin Ghulam: Di antara karya-karyanya ialah: “Siratul Mahdi” (Sejarah Hidup Al-Mahdi), dan “Kalimatul Fashl” (Kata Pemisah).

– Muhammad Ahmad bin Ghulam sebagai khalifah kedua. Di antara karya-karya tulisnya ialah: “Anwarul Khilafah” (cahaya Khilafah), “Tuhfatul Muluk” (Persembahan Para Raja), dan “Hakikatun Nubuwah” (Hakikat Kenabian).

PEMIKIRAN DAN DOKTRIN-DOKTRINNYA

Diyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Al Masih yang dijanjikan.

Diyakininya, bahwa Allah itu berpuasa, shalat, tidur, bangun, menulis, dan membuat tanda tangan, bersalah, dan berkumpul (Maha Suci Allah dari segala sifat-sifat seperti itu).

Seorang penganut Qadiyani berkeyakinan, bahwa Tuhannya adalah orang Inggris, sebab ia mengajaknya bicara dengan bahasa Inggris.

Qadiyanisme yakin, bahwa kenabian tidak berakhir pada nabi Muhammad SAW, tetapi masih tetap berlangsung. Allah mengutus Rasul sesuai dengan kebutuhan. Dan Ghulam Ahmad adalah nabi yang paling mulia dari semua nabi.

Diyakininya bahwa, Jibril as turun pada Ghulam Ahmad, memberi wahyu dan ilham kepadanya seperti Al Qur’an.

Dikatakannya bahwa, tidak ada Al Qur’an kecuali yang disampaikan oleh Al Masih yang dijanjikan (yaitu Ghulam Ahmad), dan tidak ada Hadits, kecuali yang datang dari ajaran-ajarannya, dan tidak ada nabi kecuali di bawah naungan Ghulam Ahmad.

Diyakininya bahwa mereka adalah penganut agama yang baru, independent, dengan syariat yang spesifik pula. Dan diyakininya pula, bahwa rekan-rekan Ghulam Ahmad adalah seperti shahabat-shahabat Rasulullah SAW.

Diyakininya, bahwa “Qadiyan” adalah seperti Madinah Al Munawwarah dan Makkah, bahkan lebih mulia daripada kedua kota tersebut. Dan tanah Qadiyan itu adalah tanah haram. Itulah kiblat mereka dan tempat haji mereka. Dihapuskannya aqidah jihad, dan mereka taat tanpa reserve kepada pemerintah inggris. Sebab, menurut mereka pemerintahan inggris itu adalah yang berkuasa berdasarkan nash Al-Qur’an. Setiap orang Islam, menurut mereka adalah kafir, sampai mereka masuk kepada Qadiyanisme. Dan yang kawin (memperistri atau bersuami) dengan orang non Qadiyanisme dianggap kafir.

Dihalalkan khamr, candu, heroin, dan minum-minuman keras yang memabukkan.

AKAR PEMIKIRAN DAN SIFAT IDIOLOGINYA

Gerakan westernisasi Sir Sayyid Ahmad Khan telah turut membidani lahirnya Qadiyanisme, akibat pemikiran-pemikiran menyeleweng yang dilontarkannya.

Untuk mengeksploitasi kondisi tersebut, maka inggris membuat sebuah gerakan Qadiyanisme. Untuk memimpin gerakan tersebut, dipilihlah seorang laki-laki dari keturunan yang berpengaruh diantara kaki tangan inggris.

Qadiyanisme mempunyai hubungan yang kuat dengan Israel. Negeri ini telah membuka jalan bagi orang-orang Qadiyani untuk mendirikan markas-markas dan sekolah-sekolah, mendorong mereka untuk mampu membuat majalah yang menjadi corong Qadiyanisme, mencetak buku-buku dan brosur-brosur untuk didistribusikan ke seluruh dunia.

Mereka terpengaruh oleh agama Masehi, Yahudi, dan gerakan-gerakan kebatinan. Nampak jelas sekali dalam aqidah mereka dan perilaku mereka, meskipun secara lahir mereka mengaku Islam.

TEMPAT TERSIAR DAN KAWASAN PENGARUHNYA

Orang-orang Qadiyani sekarang ini, sebagian besar hidup di India dan Pakistan. Dan sebagian kecil dari mereka yang hidup di Israel dan dunia Arab. Dengan bantuan penjajah, mereka berupaya menduduki pusat-pusat yang sensitif di setiap negeri di mana saja mereka menetap.

___
Sumber: Lembaga Pengkajian dan Penelitian WAMY (World Assembly of Muslim Youth); Gerakan Keagamaan dan Pemikiran (Akar Idiologis dan Penyebarannya); Al Islahy Press; Jakarta; 2001 (cetakan tahun 2001)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: