Kemuliaan Hari Jum’at yang Disalahkeramatkan

Mengapa Hari yang Ini Beda dengan Hari yang Itu?

BTM3 Unimed – Segala yang ada di muka bumi adalah ciptaan Allah. Baik ruang ataupun waktu. Baik tempat maupun masa. Karena itu, di dalam Al Qur?an, bisa didapati banyak ayat di mana Allah bersumpah atas nama waktu atau tempat. Misalnya, firman-Nya yang berhubungan dengan tempat, ?Demi bukit (Thur).? (QS. Ath Thuur: 1), atau firman-Nya yang berkaitan dengan waktu, ?Demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya. Dan demi subuh apabila fajrnya mulai menyingsing.? (QS. At Takwiir: 17:18). Dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Merupakan bukti kekuasaan Allah, adalah diciptakannya sebagian waktu lebih berharga dari waktu yang lain. Demikian juga tempat ada yang diciptakan lebih bernilai dari tempat yang lain.

Dalam konteks inilah, banyak orang yang salah, dengan mengkeramatkan waktu dan tempat tertentu, tanpa dasar apapun dari ajaran Islam. Padahal, waktu dan tempat yang boleh kita anggap mulia atau ?keramat? adalah waktu dan tempat yang memang dijelaskan oleh Allah dan Rasul-Nya sebagai waktu-waktu atau tempat-tempat yang mulia.

Di antara hari-hari yang punya nilai-lebih dalam Islam adalah hari Jum?at. Berkaitan dengan hari Jum?at ini, banyak sekali tuntunan dan ajaran Islam yang layak kita ketahui. Pada hari itu ada keutamaan-keutamaan yang tidak kita dapatkan pada hari yang lain. Pada hari itu ada ibadah-ibadah yang tidak pernah akan dilakukan pada hari lain.

Namun, kemuliaan hari Jum?at sering dinodai oleh sebagian orang. Dengan mengkhususkannya dengan hal-hal yang tidak ada penjelasannya dalam Islam. Atau sebaliknya, justru menjadikannya untuk melakukan hal-hal yang dilarang Islam. Beberapa orang yang terbiasa berinteraksi dengan syetan, atau meminta tolong kepadanya, justru banyak yang menjadikan hari Jum?at sebagai hari-hari khusus untuk syetan. Terlebih bila hari Jum?at itu bertetapan dengan hari-hari pasaran tertentu. Misalnya, Jum?at Kliwon. Ini, tentu, dalam padangan syariat Islam tidak bisa dibenarkan sama sekali. Berinteraksi dengan syetan itu sendiri sudah tidak dibenarkan. Demikian juga menjadikan hari Jum?at sebagai waktu yang dipakai untuk itu. Itu akan menodai kemuliaan hari Jum?at.

Oleh karena itu, di antara jaran Islam yang semestinya diketahui setiap muslim adalah hal-hal yang berhubungan dengan hari Jum?at. Agar jangan sampai kita salah memaknai hari Jum?at. Alih-alih kita dapat pahala dan kebaikan di sisi Allah, justru dosa dan bencana yang kita terima, karena salah memanfaatkan hari Jum?at. Bahkan lebih mengerikan lagi kalau bencana itu sampai di akhirat. Tentu, sangat menakutkan.

Keutamaan Hari Jum?at

Hari Jum?at memiliki keutamaan yang sangat banyak. Pada hari itu, seorang muslim bisa melakukan berbagai ibadah maupun kebajikan yang lebih istimewa daripada hari-hari yang lain.

Berikut ini, beberapa perbuatan atau amal yang sebaiknya dilakukan pada hari Jum?at.

1. Sebaik-Baik Hari

Hari Jum?at adalah sebaik-baik hari. Begitulah Islam menegaskan. Pada hari itu, kaum muslimin mempunyai ibadah rutin, di mana seluruh laki-laki muslim yang sudah baligh dan tidak udzur harus berkumpul ke masjid menjalankan shalat Jum?at.

Berkumpulnya kaum muslimin ini akan memenuhi kebutuhan psikologis kaum muslim terhadap sebuah ?perayaan? spiritual. Dan, Islam mengapresiasikannya dalam bentuk ibadah yang justru semakin mendekatkan diri kepada Allah. Maka ibadah hari Jum?at tidak saja memberi kepuasan psikologis, tapi juga kepuasan spiritual alias iman.

Kemuliaan hari Jum?at juga didasarkan kepada hal-hal lain. Seperti yang dijelaskan hadits Rasulullah, ?Sebaik-baik hari dimana matahari terbit pada hari itu ialah hari Jum?at, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia masuk surga. Dan pada hari itu ia dikeluarkan dari surga itu.? (HR. Muslim).

2. Hari Peringatan

Selain sebaik-baik hari, hari Jum?at juga merupakan hari peringatan. Apa maksudnya? Sebagai peringatan yang harus diwaspadai setiap mukmin, jangan-jangan hari Jum?at yang akan kita lewati adalah hari di mana kiamat datang. Soal ini jarang sekali manusia yang menyadari. Rasulullah SAW menjelaskan, ?Tidaklah makhluk melata kecuali pasti sangat cemas pada hari Jum?at sejak subuh hingga matahari terbit, karena takut jika kiamat datang. Kecuali manusia dan jin.? (HR. Ibnu Hibban).

Hadits ini dengan tegas menjelaskan, betapa para binatang saja sangat takut dan cemas pada hari Jum?at tiba. Mereka takut kalau-kalau kiamat datang pada Jum?at itu. Justru yang tidak hanya manusia dan jin.

3. Ada Saat Dikabulkannya Do?a

Keutamaan lain dari hari Jum?at adalah adanya jam-jam tertentu dimana do?a akan dikabulkan. Dengan kata lain, pada hari Jum?at ada saat-saat mustajab untuk do?a. Rasulullah SAW bersabda tentang hari Jum?at, ?… pada hari itu ada saat dimana tidaklah seorang hamba yang muslim berdo?a sedang ia juga mendirikan shalat, lalu ia memohon kepada Allah sesuatu, kecuali ia akan diberi.? (HR. Bukhari).

Karenanya, justru pada hari Jum?at itu kita harus memperbanyak do?a. Jangan sebaliknya, hari Jum?at malah dipakai untuk kegiatan-kegiatan yang akan menjauhkan kita dari pemberian Allah.

Adapun kapan saat-saat dimaksud yang dikabulkan do?a pada hari Jum?at itu, bisa dilihat pada bab selanjutnya, ?Apa yang Harus Kita Lakukan pada Hari Jum?at?.

4. Hari Pengampunan Dosa

Hari Jum?at punya keistimewaan lain. Yaitu sebagai pengampunan dosa bagi orang-orang beriman. Tentu, harinya itu sendiri tidak mengampuni secara langsung. Tapi, amal yang harus kita tunaikan khusus hari Jum?at itu bisa menjadi penghapus bagi kesalahan kita selama satu Jum?at sebelumnya. Syaratnya, tidak ada dosa besar yang dilakukan. Rasulullah SAW bersabda, ?Dari shalat sampai shalat pada shalat lima waktu, dari Jum?at sampai Jum?at, dari Ramadhan sampai Ramadhan berikutnya adalah penebus dosa-dosa di antaranya jika pada masa itu dosa-dosa besar dijauhi.? (HR. Muslim).

Atau dalam riwayat lain Rasulullah menjelaskan, ?Barangsiapa berwudhu dengan baik, kemudian mendatangi, Jum?at, lalu mendengarkan dan diam, diampuni dosanya antara Jum?at itu dengan Jum?at sebelumnya, dan ditambah tiga hari.? (HR. Muslim).

Begitulah. Ternyata, keutamaan hari Jum?at dalam Islam sangat banyak. Dan, keistimewaan itu hanya diberikan khusus untuk orang muslim. Maka sangat merugilah mereka yang tidak bisa mengambil kemuliaan itu.

Lakukan Hal ini pada Hari Jum?at

Pada hari Jum?at yang istimewa dan mulia itu, kita sebagai seorang muslim punya pilihan amal yang beragam. Sebagiannya wajib, dan sebagian lagi sunnah. Berikut ini di antara hal-hal atau amal-amal yang berkaitan dengan hari Jum?at.

1. Mandi

Pada hari Jum?at seorang muslim disunnahkan atau sangat dianjurkan untuk mandi. Pengertian mandi di sini adalah mandi untuk Jum?at seperti mandi besar. Artinya, seluruh anggota badan dibasahi dengan air. Dari penjelasan yang ada pada hadits-hadits Rasulullah, nampak sekali bahwa aktivitas mandi Jum?at ini merupakan satu rangkaian dengan aktivitas ibadah lain pada hari Jum?at, yaitu sholat Jum?at.

Hal itu bisa kita lihat dari penjelasan Rasulullah, ?Barangsiapa membasahi kepalanya dan mandi pada hari Jum?at, bersegera dan bersegera, lalu berjalan ke masjid dan tidak berkendara, lalu mendekat ke Imam dan mendengarkan (khutbah) dengan seksama, dan tidak melakukan hal yang sia-sia, maka untuk setiap langkahnya seperti amal selama satu tahun, termasuk di dalamnya pahala puasa dan shalatnya.? (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi).

Keutamaan mandi ini pula yang bahkan menjadikan sebagian ulama ada yang mengatakan mandi Jum?at ini hukumnya wajib. Meskipun pendapatnya yang lebih kuat, hukumnya sunnah.

2. Mengenakan Pakaian yang Baik dan Memakai Wewangian

Nampak sekali bahwa kaum muslimin diminta untuk tampil sebaik-baiknya pada hari Jum?at. Ini, sekali lagi, bisa dibilang sebagai ?seremoni? penting bagi kaum muslimin. Karenanya, untuk shalat Jum?at khusus disebutkan anjuran untuk memakai wewangian.

Rasulullah SAW bersabda, ?Barangsiapa mandi pada hari Jum?at, lalu memakai wewangian jika ia punya, lalu memakai sebaik-baiknya pakaian, kemudian pergi ke masjid, lalu ruku? sesuai yang ia mampu, tidak menyakiti orang lain, lalu diam mendengarkan hingga waktu shalat, maka itu menjadi penebus dosa-dosanya antara Jum?at itu dengan Jum?at sebelumnya.? (HR. Ahmad dan Thabrani).

Alangkah indahnya seorang muslim. Pergi menunaikan shalat Jum?at, dengan badan yang segar, pakaian bersih, dan wangi lagi. Ini akan menjadi modal untuk siap mendengarkan petuah-petuah khutbah Jum?at, sekaligus membantu kekhusyu?an hati bermunajat kepada Allah.

3. Pergi ke Masjid dengan Segera

Satu hal penting yang harus kita perhatikan pada hari Jum?at adalah bersegera berangkat ke masjid. Bagi laki-laki, shalat Jum?at hukumnya wajib, kecuali ada udzur yang dibenarkan oleh syari?at Islam. Cepat atau lambatnya seseorang datang ke masjid mempengaruhi nilai orang tersebut di sisi Allah.

Rasulullah SAW bersabda, ?Apabila pada hari Jum?at, malaikat berdiri di pintu masjid. Mencatat siapa yang datang lebih awal dan seterusnya. Yang pertama datang, seperti berkurban dengan seekor unta. Lalu yang selanjutnya seperti berkurban dengan seekor sapi. Lalu seperti berkurban dengan seekor kambing, lalu ayam, lalu telur. Lalu bila imam telah tiba, malaikat itu menutup buku catatannya, untuk mendengarkan khutbah.? (HR. Ibnu Huzaimah).

Berjalan kaki ke masjid untuk shalat Jum?at bahkan dinilai dengan berjuang fii sabilillah. Suatu hari, Zaid bin Abu Maryam bertemu dengan Abayah bin Rifa?ah. Abayah berkata kepada Zaid yang waktu itu hendak berangkat menunaikan shalat Jum?at, ?Bergembiralah, karena langkah-langkah engkau ii adalah fi sabilillah. Aku pernah mendengar Abu Abs berkata, bahwa ia mendengar Rasulullah bersabda, ?Barangsiapa berdebu kakinya di jalan Allah, maka kedua kaki itu diharamkan dari api neraka.? (HR. Tirmidzi).

4. Memperbanyak Shalawat.

Shalawat kepada Rasulullah merupakan ibadah yang sangat dianjurkan oleh Allah. Shalawat inti artinya adalah mendo?akan Rasulullah. Barangsiapa melakukannya dengan ikhlash, akan dibalas oleh Allah sepuluh kali lipat.

Pada hari Jum?at yang mulia, dianjurkan pula untuk memperbanyak shalawat. Rasulullah SAW bersabda, ?Sesungguhnya seutama-utamanya hari kalian adalah hari Jum?at. Pada hari itu diciptakan Adam, pada hari itu ruhnya ditiupkan. Maka perbanyaklah shalawat kepadaku. Karena shalawat kalian akan sampai kepadaku.? (HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Al Albani).

5. Memperbanyak Do?a

Seperti dijelaskan pada pembahasan sebelumnya, pada hari Jum?at ada saat-saat dikabulkannya do?a. Maka, sudah semestinya kita seorang muslim memperbanyak doa? pada hari tersebut.

Lantas, kapan saat-saat dikabulkannya do?a tersebut? Para ulama menyebut bahwa waktu yang diharapkan sekali dikabulkan di dalamnya do?a pada hari Jum?at adalah sesudah shalat Ashar hingga terbenam matahari. Ini pendapat Ahmad dan Ishaq bin Rahuyah (ada yang mengejanya Ibnu Rahawaih).

Di antara dalil-dalil yang dijelaskan bahwa waktu yang dimaksud adalah sesudah ashar sampai matahari terbenam adalah hadits berikut, ?Carilah waktu yang sangat diharapkan (dikabulkannya do?a) pada hari Jum?at yaitu sesudah shalat Ashar sampai terbenamnya matahari.? (HR. Tirmidzi). Atau sabda Rasulullah yang lain, ?Siang hari Jum?at itu ada dua belas jam. Tidaklah seorang hamba yang muslim memohon kepada Allah sesuatu, kecuali akan diberikan. Utamakanlah akhir-akhir waktu sesudah shalat Ashar.? (HR. Abu Dawud).

Memang ada pendapat lain tentang kapan waktu itu. Bahkan Imam Ibnu Hajar Al Asqalani menguraikan dalam Fathul Barinya sampai empat puluh tiga pendapat. Tetapi ia sendiri, cenderung memilih pendapat yang mengatakan bahwa waktu dimaksud adalah sesudah Ashar hingga terbenam matahi. Dan, itu yang menurut Al Albani merupakan pendapat yang benar. Karena kebanyakan hadits menjelaskan seperti itu.

6. Membaca Surat Al Kahfi

Pada malam Jum?atnya, seorang muslim dianjurkan untuk membaca surat Al Kahfi. Beberapa hadits menjelaskan tentang keutamaan membaca surat Al Kahfi pada malam Jum?at.

Inilah yang membedakan ajaran Islam dengan ajakan syetan. Bila syetan justru menipu orang dengan menjadikan malam Jum?at untuk hal-gal yang tidak bermanfaat, untuk menyembah syetan dan meminta pertolongan kepadanya, maka dalam Islam, malam Jum?at justru dianjurkan untuk banyak beribadah dan mendekat kepada Allah. Salah satunya ialah dengan membaca Al Qur?an, khususnya surat Al Kahfi.

Memang, seorang muslim tidak boleh lantas hanya membaca Al Qur?an pada malam Jum?at saja, atau seumur hidup hanya membaca Al Kahfi saja, misalnya. Tidak. Al Qur?an harus diimani keseluruhannya, dibaca keseluruhannya, dan juga diamalkan. Al Qur?an secara keseluruhan tetap berfungsi sebagaimana yang dijelaskan Allah. Sebagai petunjuk, sebagai penegas, juga sebagai obat dan rahat bagi muslim. Pengutamaan surat tertentu pada waktu tertentu merupakan karunia Allah, yang diberikan kepada hamba-Nya.

Rasulullah bersabda, ?Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jum?at, maka akan disinari cahaya di antara dua Jum?at.? (HR. Nasai dan dishahihkan oleh Al Albani). Sementara riwayat yang menyebutkan waktunya adalah malam Jum?at adalah riwayat lain, yang juga diriwayatkan Imam Nasai. Rasullah SAW bersabda, ?Barangsiapa membaca surat Al Kahfi malam Jum?at, akan disinari dengan cahaya antara dirinya dan antara Ka?bah.?

***

Demikianlah, keutamaan hari Jum?at begitu besar. Jenis-jenis amal kebajikan yang bisa dilakukan di dalamnya juga banyak. Dari yang wajib sampai yang sunnah. Untuk yang wajib, seperti shalat Jum?at bagi laki-laki misalnya, ancaman bagi mereka yang meninggal shalat Jum?at begitu berat.

Dalam sebuah riwayat bahkan dinyatakan, mereka akan digolongkan sebagai orang-orang munafik. Selain itu, hati-hati mereka akan dikunci dari petunjuk. Rasulullah SAW bersabda, ?Hendaklah orang-orang itu berhenti dari meninggalkan shalat Jum?at, kalau tidak, Allah akan mengunci hati-hati mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang lalai.? (HR. Muslim).

Lebih keras lagi, Rasulullah menyatakan, ?Hampir-hampir aku menyuruh seseorang untuk memimpin shalat Jum?at lalu kami membakar rumah laki-laki yang tidak berangkat shalat Jum?at.? (HR. Muslim).

Perlakuan ibadah Jum?at dengan anjuran mandi, memakai wewangian, dan juga memakai pakaian yang bersih, adalah bentuk lain dari tanda-tanda kemuliaan hari Jum?at. Termasuk juga, disebutkan larangan berjual beli apabila panggilan Jum?at telah berkumandang.

Maka, ajaran-ajaran mulia seperti itulah yang harus kita teladani. Jangan sampai justru kita menodai hari Jum?at dengan syirik, seperti meyakini bahwa hari Jum?at adalah hari-hari syetan, meyakini hari Jum?at hari keramat dengan cara yang salah. Apalagi malah menjadikannya untuk meminta pertolongan kepada syetan atau jin. Dan bukannya menjadikan Jum?at sebagai hari memanen kesempatan beramal sebanyak-banyaknya.

Sumber: Suplemen Majalah Ghoib

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: