Berburu Emas Hitam Di Irak

BTM3 Unimed – Sekarang penghancuran ini akan berulang lagi di tempat yang sama. Dimulai pada tahun 1991, perang teluk tak dapat dielakkan. Sekutu yang dipimpin AS menundukkan pemerintahan Saddam. Irak harus bertekuk lutut di hadapan hegemoni AS. Setelah pasukan Irak ditarik dari Kuwait, perang berhenti dan selesai. Tapi akibat dari perang tersebut belum selesai. 

Dampak Perang Teluk.

Invasi Irak ke Kuwait mengakibatkan Irak diisolasi oleh negara-negara dunia. PBB lalu mengeluarkan keputusan untuk mengembargo Irak. Perang teluk yang dilancarkan AS dan sekutunya menyebabkan jutaan bocah tewas karena epidensi kangker darah serta beragam penyakit lainnya yang belum dikenal sebelumnya.

Para pakar Irak segera meneliti. Kesimpulannya semua ini berujung pada penggunaan Depleted Uranium (DU) sebagai sumber radiasi. Menhan Inggris mengakui pihaknya telah menembak 88 ribu ton senjata DU ke Irak. Begitu pula dari dokumen Dephan AS, mengindikasikan bahwa AS menggunakan 300 ton DU untuk membombardir pasukan Irak di sektor selatan.

Dapat dilihat beberapa data di bawah ini akibat perang teluk dan penggunaan DU:

a. Penderita kangker darah meningkat 51,6%. 43% diantaranya berumur dibawah 15 tahun.

b. Penderita kangker getah meningkat sekitar 17%.

c. Lembaga dunia FAO, WHO dan WFP pada bulan Mei 2000 menyatakan lebih kurang 800 ribu anak-anak Irak menderita kekurangan gizi, anemia dan gejala kerusakan otak.

d. UNICEF juga melaporkan kualitas air di Irak turun 41%. Minyak, mercury dan amoniak telah meracuni sumber-sumber air Irak serta 900 ton limbah Operasi Badai Gurun berbentuk radioaktif masih tersebar di Irak.

e. Dr. Muhsin Kholil, Dubes Irak untuk Mesir mengatakan sekitar 1,7 juta warga Irak sedang menunggu ajalnya akibat embargo yang diterapkan di negeri ini.

Beberapa negara Barat baru tersadar akan fakta mengerikan ini. Mereka segera mengambil langkah setelah beberapa tentara mereka tewas akibat kangker darah. Eropa segera mengadakan pertemuan di Brussel pada 1 januari 2001 dan memutuskan pelarangan penggunaan senjata DU. Protes dan demo juga menghiasi jalan-jalan menentang aksi AS ini, seperti yang baru terjadi pertengahan Februari lalu. Sekitar 10 juta manusia dari 60 negara turun ke jalan-jalan menentang agresi AS ke Irak. Mereka meneriaki satu kata, “No War In Iraq”.

Sayangnya tindakan itu sudah terlambat. Fenomena penyakit akibat perang teluk bersifat laten. Beberapa penyakit bakal muncul setelah tahun 2005. Lainnya baru kelihatan pada 2025. Bahkan ada yang baru timbul pada 2040. Ini sangat berdampak pada generasi baru Irak.

Mengapa Irak?

Sudah menjadi rahasia umum maksud AS menyerang Irak yaitu operasi emas hitam. Kepemilikan Irak akan senjata pemusnah masal hanya dijadikan alasan untuk menyerang Irak dan menguasai permiyakan Irak. Bahkan ada indikasi bahwa beberapa petugas UNMOVIC dan Lembaga Atom Internasional, IAEA adalah mata-mata AS untuk mengetahui sejauh mana peta kekuatan Irak dalam menghadapi perang. Ini terlihat dari keputusan dari IAEA melalui pimpinannya, Muhammed El Baradei. IAEA meminta Irak supaya memusnahkan rudalnya yang bernama Ash-shumud 2. Padahal rudal ini telah memenuhi syarat yang diperbolehkan Irak dalam memiliki persenjataan, yaitu daya jelajahnya maksimal 150 km. Tapi oleh IAEA diminta untuk dimusnahkan.

Slogan yang selalu membuat AS geram adalah “Irak dan warganya siap untuk perang”, ungkap Dr. Muhsin. Begitu pula alasan keterkaitan Pemerintahan Saddam dengan jaringan Al Qaidah tidak dapat dipertanggungjawabkan. Osama bin Laden telah menyatakan bahwa pemerintahan yang ada di Timur Tengah termasuk Irak adalah kafir. Karenanya tidak mungkin bagi Al Qaidah berkoalisi dengan Saddam yang sudah dicap kafir oleh Bin Laden.

Dapat pula dijadikan bukti dari pernyataan Jend. Antony Zen, komandan pusat AS pada tahun 1999. Dia mengatakan bahwa kawasan teluk merupakan kawasan yang mempunyai cadangan minyak yang besar. Oleh karenanya, AS berkeinginan bebas memasuki (free access) kawasan tersebut dan memanfaatkan minyak yang begitu melimpah.

Kawasan teluk merupakan kawasan penghasil minyak terbesar. Cadangan minyaknya mencapai 671 milyar barel (64% cadangan minyak dunia). Ditambah kualitas minyak yang baik serta cadangan minyaknya dapat bertambah.

Irak adalah negara nomor 2 penghasil minyak terbesar di dunia setelah Arab Saudi. Cadangan minyaknya mencapai 112,5 milyar barel. Sementara AS hanya 30,4 milyar barel. Saudi mempunyai cadangan minyak yang mencapai 261,8 milyar barel.

Berikut lima besar negara-negara penghasil minyak terbesar dunia:

No.

Negara

Cadangan Minyak

Penghasilan Minyak

1 Arab Saudi 261,8 milyar barel 8,8 juta barel/hari
2 Irak 112,5 milyar barel 2,4 juta barel/hari
3 Emirat 97,8 milyar barel 2,4 juta barel/hari
4 Kuwait 96,5 milyar barel 2,1 juta barel/hari
5 Iran 89,7 milyar barel 3,7 juta barel/hari

AS sendiri berada pada urutan nomor 8 setelah Venezuela dan Rusia. Inilah yang menjadi sorotan AS untuk menguasai kawasan teluk. Sementara kebutuhan AS akan minyak terus bertambah, tetapi cadangan minyaknya tetap.

Mungkin yang jadi pertanyaan, mengapa AS tidak menyerang Arab Saudi? Kenapa harus Irak? Apakah negara-negara lainnya juga akan diserang? Kongres AS telah memutuskan untuk menata kembali perpolitikan Timur Tengah, syaratnya setelah berhasil melumpuhkan Irak terlebih dahulu. Ini adalah prioritas AS dalam menguasai Timur Tengah. Setelah itu kemungkinan besar akan beralih ke Arab Saudi dan merubah sistem kenegaraan dari rezim yang sedang berkuasa. Negara tersebut akan dipecah belah menjadi negara-negara bagian untuk lebih leluasa dalam menguasai sumber-sumber minyak. Setelah Arab Saudi dan Irak berada di bawah cengkraman AS, maka negara-negara teluk lainnya akan mudah dikuasai.

Irak menjadi sasaran AS nomor satu di kawasan teluk hanya karena Irak tidak mau tunduk terhadap kebijakan politik AS di Timur Tengah. Irak berani menantang AS berperang. Sedangkan negara-negara lainnya hanya manyun di depan kesombongan AS. Ini dibuktikan Irak ketika perang teluk ?91. AS dan sekutunya menyerang Irak, hingga Irak menarik pasukannya dari Kuwait. Tetapi Irak membalas serangan ini bukan ke tanah AS, karena rudal scuud Irak tidak mampu menjelajah sejauh itu. Irak membalasnya ke negara yang menjadi anak emasnya AS, Israel.

Israel yang ketika itu masih belum secanggih sekarang kalang kabut dan meminta bantuan AS untuk menggempur Irak, baik dengan senjata maupun dengan pengaruh AS di PBB. Jadilah Irak diembargo hingga menjadi negara yang tingkat kemiskinannya tertinggi di dunia. Tingkat kesehatannya pun paling rendah. Padahal PBB ketika tahun 80-an mengeluarkan laporannya bahwa Irak termasuk ke dalam negara yang standar kesehatannya cukup tinggi. Sungguh amat menakutkan hasil yang didapat dari sebuah perang. Mengapa minyak?

Minyak merupakan sebuah kekuatan yang teramat penting dalam mengatur percaturan perpolitikan dan ekonomi dunia. Seandainya AS dapat menguasai minyak Irak, niscaya negara-negara teluk penghasil minyak akan jatuh miskin. AS tentu akan mempermainkan harga minyak. Karena selama ini yang berperan dalam menentukan harga minyak adalah OPEC.

Perusahaan-perusahaan minyak AS pada awalnya menguasai ? dari penghasilan minyak Irak. Tapi pada tahun 1972 setelah Irak Petroleoum Company Ltd didirikan, perusahaan-perusahaan minyak AS kehilangan pamornya. Irak telah bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan asing lainnya dari Rusia, Perancis, China dan Jepang.

Seandainya AS dapat mengusai perminyakan Irak, maka perekonomian negara-negara maju tersebut akan kacau. Tak aneh jika negara-negara ini menolak agresi militer AS ke Irak. Mereka takut kalau perminyakan Irak dikuasai AS maka perekonomian mereka akan diperbudak AS.

Dengan menguasai Irak, maka lengkaplah hegemoni AS terhadap seluruh kekuatan berbagai negara di dunia. Karena hanya AS yang mempunyai pangkalan militer hampir di setiap negara, termasuk negara-negara maju sekalipun.

Tidak mungkin AS selalu ngotot ingin perang dengan Irak jika tidak terdapat keuntungan yang besar di sana. Untuk biaya perang saja dibutuhkan sekitar 100-200 milyar dolar. Jumlah yang sangat besar. Pada perang teluk 1991 saja telah menelan dana 60 milyar dolar yang dibayar patungan antara negara-negara sekutu AS. Sekarang AS hanya bermodal sekutu setia Inggris, yang mana rakyatnya sendiri menolak perang serta beberapa pengkhianat negara-negara Arab tetangga Irak.

Pembuat Kebijakan Gedung Putih Keinginan AS untuk menyerang Irak tampaknya tak bisa dilepaskan dari pengaruh politisi garis kanan yang mendominasi politik dalam negeri AS. Politisi garis kanan AS merupakan politisi garis keras yang mengikuti strategi dan spirit partai radikal Likud dari Israel zionis yang sekarang diipimpin oleh Sharon. Politisi garis kanan AS dikenal berpikiran radikal dalam mempengaruhi kebijakan politik AS terhadap semua negara yang mengancam kepentingan AS.

George Walker Bush dan Dick Chiney yang kita ketahui adalah presiden dan wakil presiden AS sekarang. Merekalah penentu kebijakan AS. Tapi siapakah mereka sebenarnya?

Bush termasuk Direktur Pelaksana Perusahaan “Arbesto for Energy” antara tahun 1984-1987. Bush juga Direktur Pelaksana Perusahaan Perminyakan “Harkan” antara tahun 1986-1990. Sedangkan Chiney adalah ketua Pelaksana Perusahaan “Haliborton” antara tahun 1995-2000. Perusahaan ini adalah perusahaan perminyakan dan gas AS yang berada di kawasan Asia Tengah.

Seorang analis AS, Biff Cotofer menyifati Bush sebagai, “seorang pedagang minyak yang tidak memperhatikan sejuta warganya, meskipun mereka menentang agresi militer ke Irak. Ia adalah seorang penganut kristen yang tidak mempunyai rasa kasihan terhadap jutaan rakyat Irak yang tidak berdosa. Saddam memang seorang diktator yang kejam, tapi Bush juga tidak lebih baik dari Saddam, bahkan lebih kejam”.

Ditambah satu lagi seorang Penasehat Presiden AS urusan keamanan rakyat, Condelizza Raice. Ia adalah Direktur Pelaksana salah satu perusahaan perminyakan terbesar di AS, “Chevron Texas” antara tahun 1999-2000. Serta masih ada seratus orang lagi yang bekerja untuk Gedung Putih telah menaruh sahamnya pada sektor energi ini. Sahamnya telah mencapai 150 juta dolar. Semuanya ini yang menekan pemerintah AS dalam menentukan kebijakannya. Tujuannya untuk mengusai perminyakan Irak dan negara-negara penghasil minyak lainnya.

Para analis menyatakan bahwa perang yang terjadi di Afganistan dan telah menggusur pemerintahan Taliban juga akibat dari pertentangan antara perusahaan minyak dunia. Dalam hal ini adalah Perusahaan Minyak Argentina “Bridas” dengan Perusahaan Minyak AS “Unucol”. Hal ini disampaikan oleh mantan PM Pakistan, Benazir Bhuto yang pada tahun 1997 digulingkan. Bhuto menyatakan dibalik kejatuhan dirinya dan pemerintahan Taliban adalah karena peran perusahaan perminyakan AS, Unucol. Ini dibuktikan dengan pemerintahan baru di Afganistan yang dipimpin Hamid Karzai. Karzai dan beberapa pemimpin Afgan lainnya telah bekerjasama dengan perusahaan Unucol dalam membuat kebijakan-kebijakan politiknya.

Salah seorang pemimpin oposisi Irak juga telah melakukan beberapa kali pertemuan dengan tiga pimpinan perusahaan besar minyak AS, pada bulan Oktober tahun lalu. Ia mempersilakan kepada perusahaan ini untuk memanfaatkan minyak Irak. Jadi apalagi maksud AS menyerang Irak?

Israel Siap Siaga Diam-diam bangsa yang satu ini sedang mempersiapkan diri, kalau-kalau AS jadi menyerang Irak. Peribahasa “sambil menyelam minum air” diterapkan Israel. Perhatian dunia sekarang sedang tertuju pada permasalahan Irak. Seakan-akan qadhiyah Palestina terlupakan. Padahal Israel sedang mempersiapkan proyeknya untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka. Ini juga termasuk diantara tujuan AS menguasai Irak. Menjadikan Irak sebagai tempat penampungan para pengungsi Palestina. Padahal Israel tahu bahwa tidak semudah itu mengusir warga Palestina dari tanah mereka. Warga Palestina mempunyai kepribadian yang kuat untuk menjaga negaranya dari penjajah Zionis dan sudah terbiasa menghadapi perang.

Mengenai kesiapan Israel menghadapi perang Irak, beberapa sumber menyebutkan Israel telah melakukan imunisasi virus small pox pada 6000 warganya. Dari sektor persenjataan, Israel telah mengembangkan senjata anti rudal, arrow II. Senjata ini baru diuji coba pada 5 januari lalu. Begitu pula senjata peluncur rudal dengan daya jelajah mencapai 500 km siap digunakan.

Amerika dalam hal ini juga turut campur. Bush telah mengirim wakil khususnya, William Burns untuk menjaga dan mengawasi keamanan Israel. Pasukan khusus AS pun telah berjaga-jaga di Israel yang berjumlah sekitar seribu. Mereka bertugas mengamankan Israel seandainya Irak menyerang.

Jerman juga berperan di Israel. Dengan dalih menghapus beban sejarah bangsa Yahudi di Jerman ketika dipimpin oleh Nazi. Kita telah mengetahui bahwa ketika itu Hitler memerintahkan anak buahnya untuk membunuh dan membasmi orang-orang Yahudi yang ada di Jerman. Istilah ini terkenal dengan nama “Holocaust”.

Mengapa Israel siap siaga? Kekhawatiran ini terjadi karena Israel tidak ingin kejadian tahun 1991 terulang lagi. Ketika AS dan sekutunya menyerang Irak, Irak membalasnya dengan membombardir Israel. Puluhan rudal scuud Irak melayang ke Israel. Di saat Irak hanya sendirian, Israel sudah ketakutan. Sayangnya kaum muslimin ketika itu tidak berpihak kepada Irak. Maka jadilah tanah Irak menjadi uji coba persenjataan tercanggih yang banyak menewaskan korban. Bagaimana sikap kita sekarang?

Sikap Kita Sangat disayangkan sikap kaum muslimin sekarang ini, khususnya negara-negara Arab. Mereka tidak mampu menghadang hegemoni AS di Timur Tengah. Mereka hanya mampu mengadakan konferensi-konferensi liga Arab yang mengeluarkan sebuah keputusan dan tidak ada realisasinya.

Begitu juga negara-negara Gerakan Non Blok (GNB) yang terdiri dari negara-negara dunia ketiga. Mereka mengadakan pertemuan di Kuala Lumpur dengan tujuan menolak perang. Seperti yang diungkapkan PM Mahatir: “Kami tidak setuju dengan pendapat, seandainya pemerintahan suatu negara yang dianggap oleh negara adidaya tidak sesuai dengan kepentingan mereka, maka mereka dapat melakukan aksi militer untuk menggantikannya”.

Kita tidak perlu kata-kata. Yang kita butuhkan adalah sikap persatuan dan kesatuan kaum muslimin seluruh dunia. Dimulai dari diri kita dahulu, keluarga kita, teman-teman kita, masyarakat kita, kemudian negara. Kalau fase-fase ini dijalankan, insya allah umat Islam siap bangkit. Wallahu a?lam.

Note: Sumber: SINAI o­nline – http://www.sinai.cjb.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: