Problema Para Pemuda

Btm3 Unimed – Sebagian pemuda mengeluh karena kedua orang tuanya, atau salah satu dari mereka, menghalanginya untuk shalat berjamaah di masjid, menghadiri seminar dan ceramah, atau beraktivitas bersama para pemuda lain yang memiliki komitmen dengan agama. Sehingga timbullah perdebatan, perselisihan, hingga pemboikotan.

Hal ini terjadi sebenarnya karena ketidakpahaman orang tua tentang hakikat dakwah yang sebenarnya, atau khawatir kalau anaknya terjerumus pada kekeliruan fatal yang dapat menyeret mereka pada berbagai persoalan dan urusan yang dapat menganyatkan mereka ke penjara dan tahanan, sebagaimana pernah mereka dengar dan baca dalam mass media.Namun para pemuda itu, seringkali bila diminta orang tuanya untuk membantu kebutuhan rumah, seperti memberi makanan, mengantar saudara perempuannya ke dokter atau ke tempat belajar, mereka enggan memenuhi. Pada saat yang sama, mereka begitu asyik pergi dengan kawan-kawannya, disiplin mengikuti pertemuan, rihlah, ziarah, dan melakukan berbagai kegiatan yang tidak ada gunanya – dalam pandangan kedua orang tua – yang tentu diingkarinya.

Demikianlah, kedua orang tuanya memang belum memahami hakikat dakwah, tujuan-tujuannya, juga manhaj dalam tarbiyah.

Dalam kaitan ini, mereka bedua tentu dapat memaklumi: “Barangsiapa tidak mengerti sesuatu maka ia memusuhinya”. Sedangkan perasaan takut dan khawatir yang ada dalam diri mereka, merupakan fitrah yang tidak boleh diingkari. Lalu bagaimana solusinya?

Bila seorang anak taat pada kedua orang tuanya, perilaku dan sepak terjangnya mencerminkan akhlak yang tinggi, selalu unggul dalam studi, berinteraksi secara baik dengan saudara-saudaranya, dan tidak terlambat pulang malam yang dapat menggusarkan pikiran keluarganya, sudah pasti sang ibu akan menjadi mediator untuk membangun jalinan mesra antara dirinya dan ayahnya. Serta sang ayah pun akan mengizinkannya untuk mewujudkan apa pun yang diinginkan, yang sebelumnya tidak diperbolehkan. Inilah jalan untuk mencapai tujuan dan meraih simpati.

Maraji’: Abbas As Siisiy, At Thariq Ilal Quluub, Al Mu’assasah Al Islamiyah (edisi terjemahan: Bagaimana Menyentuh Hati, penterjemah: Muhil Dhafir, Lc., dan Mahmud Mahfudz, Lc., penerbit: Era Intermedia, Jakarta, 2000)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: