<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>BTM3 UNIMED</title>
	<atom:link href="http://btm3.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://btm3.wordpress.com</link>
	<description>'Badan Ta’mirul Mushalla Mahasiswa Muslim' Universitas Negeri Medan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Nov 2009 18:58:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='btm3.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/3344810505a5a6fcde926793f8ea4e14?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>BTM3 UNIMED</title>
		<link>http://btm3.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://btm3.wordpress.com/osd.xml" title="BTM3 UNIMED" />
		<item>
		<title>Selamat Hari Raya Idul Adha 1430 H</title>
		<link>http://btm3.wordpress.com/2009/11/26/selamat-hari-raya-idul-adha-1430-h/</link>
		<comments>http://btm3.wordpress.com/2009/11/26/selamat-hari-raya-idul-adha-1430-h/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 18:58:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>btm3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://btm3.wordpress.com/?p=694</guid>
		<description><![CDATA[

Keluarga Besar BTM3 Unimed mengucapkan “ SELAMAT HARI RAYA ‘IDUL ADHA 1430 H “ mudah-mudahan saudara-saudara kita yang sedang haji diberikan keselamatan dan dijadikan haji mereka mabrur.  Bagi kaum muslimin, dengan moment idul adha ini, semoga dapat mengambil suatu ibroh dari pengorbanan Nabi Ibrohim anak beliau Nabi Isma’il demi cinta kepada Allah SWT.
ALLAHU AKBAR….ALLAHU AKBAR…ALLAHU [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=btm3.wordpress.com&blog=1021987&post=694&subd=btm3&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-693  aligncenter" title="kabah" src="http://btm3.files.wordpress.com/2009/11/kabah.jpg?w=284&#038;h=300" alt="" width="284" height="300" /></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">Keluarga Besar BTM3 Unimed mengucapkan “ <strong>SELAMAT HARI RAYA ‘IDUL ADHA</strong><strong> 1430 H</strong><strong> “</strong> mudah-mudahan saudara-saudara kita yang sedang haji diberikan keselamatan dan dijadikan haji mereka mabrur.  Bagi kaum muslimin, dengan moment idul adha ini, semoga dapat mengambil suatu ibroh dari pengorbanan Nabi Ibrohim anak beliau Nabi Isma’il demi cinta kepada Allah SWT.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>ALLAHU AKBAR….ALLAHU AKBAR…ALLAHU AKBAR…WALILLAHI ALHAMDU</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/btm3.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/btm3.wordpress.com/694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/btm3.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/btm3.wordpress.com/694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/btm3.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/btm3.wordpress.com/694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/btm3.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/btm3.wordpress.com/694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/btm3.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/btm3.wordpress.com/694/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=btm3.wordpress.com&blog=1021987&post=694&subd=btm3&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://btm3.wordpress.com/2009/11/26/selamat-hari-raya-idul-adha-1430-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/401e41a9d9c39f94d917acfa877205ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">btm3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://btm3.files.wordpress.com/2009/11/kabah.jpg?w=284" medium="image">
			<media:title type="html">kabah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untuk Mu Saudara seperjuangan</title>
		<link>http://btm3.wordpress.com/2009/11/15/untuk-mu-saudara-seperjuangan-2/</link>
		<comments>http://btm3.wordpress.com/2009/11/15/untuk-mu-saudara-seperjuangan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 01:51:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>btm3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://btm3.wordpress.com/?p=690</guid>
		<description><![CDATA[Untukmu Kader BTM3
 
&#160;
Siang itu semua kelelahan. Terasa hirupan nafas yang tak biasa. Ritmenya menjadi lebih cepat. Sampai ada salah seorang diantara kami yang terbaring dan mengatakan. air..air..air.. Oh, Sangat didramatisir. Yang lain juga tak mau kalah. Ikut meronta meminta air. Dan panitia yang bertugas langsung dengan sigap memenuhi keinginan mereka (peserta). Seperti tahun-tahun sebelumnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=btm3.wordpress.com&blog=1021987&post=690&subd=btm3&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>Untukmu Kader BTM3</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Siang itu semua kelelahan. Terasa hirupan nafas yang tak biasa. Ritmenya menjadi lebih cepat. Sampai ada salah seorang diantara kami yang terbaring dan mengatakan. air..air..air.. Oh, Sangat didramatisir. Yang lain juga tak mau kalah. Ikut meronta meminta air. Dan panitia yang bertugas langsung dengan sigap memenuhi keinginan mereka (peserta). Seperti tahun-tahun sebelumnya kegiatan ini memang memeras tenaga. Untuk melatih kekuatan fisik tentunya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Itulah potret sebuah kegiatan yang menjadi siklus tahunan. Yang harus dilalui oleh setiap calon pengurus wajiha ini. Setiap tahun ada regenerasi. Yang akan melanjutkan perjuangan ini. Perjuangan dikampus ini, Universitas Negeri Medan. BTM3 bukan satu-satunya. Tapi salah satunya. Salah satu organisasi yang diharapkan mampu menghadirkan solusi. Meski bukan untuk republik ini. Tapi setidaknya untuk kampus ini. Kampus yang telah memberi perubahan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Haru tak tertahankan. Saat mengikuti Training dari BTM3 pertama kali. Jika kembali mengingat, artinya kembali membuka memory tentang orang-orang yang tak lagi dikampus ini, tentang orang-orang yang telah berjasa menjadi penyambung hidayah ini, tentang orang-orang yang dengan tulus mengayomi dan sabar menanti perubahan diri ini, dengan keyakinan ”Kalian akan menjadi penerus dakwah ini”. Akan banyak cerita, dengan ungkapan ” dulu, kumasih begini”, ”kumasih begitu”. Tapi saat ini, sungguh berbeda. Ada kerinduan mendalam akan segalanya. Ada canda tawa, ada kelakar menawan, ada senyum yang disembunyikan. Ada pekikan takbir di sela keheningan. Ya Rabb, ridhoilah kami.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Masih teringat saat mengikuti musyawarah perdana. Yang kini kukenal dengan syura. Ada banyak pendapat yang disampaikan. Ada adu argumen yang diakhiri dengan saling menasihati. Sampai masalah menu minuman diacara penutup dibahas begitu panjang. Dan akhirnya, Subhanallah. Jus semangka yang masih kuingat merahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>BTM3 hampir memenuhi ku hari ini. Dan semua ingatan ini akan menjadi amunisi pengobar semangat yang ku tak khawatir akan kehabisannya. Karena memory antum semua akan menjadi bola semangat yang luarbiasa. Selain itu pasti ada kenangan pahit dan  memory getir dibalik perjuangan yang menghinggapi kita. Maka yakinlah perjuangan itu akan menjadi simpul senyum manis penerus kita nantinya, yang akan mengatur jutaan bata, yang boleh jadi belum pas susunanya. Sehingga generasi setelah kita juga mampu menatap masa depan dakwah kampus (unimed) yang lebih cerah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lihatlah hari ini, ada banyak penerus kita dengan semangatnya yang luarbiasa. Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki. Dengan potensi yang masih malu-malu mewarnai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mari berikan yang terbaik bagi dakwah ini. Dengan mempersiapkan generasi setelah kita. Generasi yang kuat, tangguh dan optimis menatap masa depan dengan memberikan keteladanan. Keteladanan adalah kunci pembelajaran. Karena tanpanya Proses yang terjadi hanya <em>transfer of knowledge.</em> Bukan yang kita inginkan yaitu, <em>transfer of value .</em>Keteladanan sebagai seorang kakak kepada adiknya, sebagai seorang abang kepada adiknya. Adiknya yang masih menanti pembelajaran, menanti masukan, kritikan dan kasih sayang. Jangan sampai terdengar lagi kata tidak mengerti, jangan sampai mereka merasa kehilangan kita hanya karena belum lengkap pembelajaran yang kita berikan. Proses ini harus segera dilakukan, karena setelahnya kita akan tersenyum melihat mereka dapat berbuat lebih dari kita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dan yang kita harapkan, tiada kekhawatiran saat akan meninggalkan kampus ini. Karena kita tidak meniggalkan generasi yang lemah setelah kita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h5>By: Muhammad Azhar (alumni ketua umum BTM3 Unimed 08/09)</h5>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/btm3.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/btm3.wordpress.com/690/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/btm3.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/btm3.wordpress.com/690/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/btm3.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/btm3.wordpress.com/690/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/btm3.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/btm3.wordpress.com/690/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/btm3.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/btm3.wordpress.com/690/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=btm3.wordpress.com&blog=1021987&post=690&subd=btm3&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://btm3.wordpress.com/2009/11/15/untuk-mu-saudara-seperjuangan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/401e41a9d9c39f94d917acfa877205ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">btm3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SPID 2009 (Aula Masjid Unimed dan Bumi Perkemahan Sibolangit, 8-10 Mei 2009)</title>
		<link>http://btm3.wordpress.com/2009/05/18/spid-2009-aula-masjid-unimed-dan-bumi-perkemahan-sibolangit/</link>
		<comments>http://btm3.wordpress.com/2009/05/18/spid-2009-aula-masjid-unimed-dan-bumi-perkemahan-sibolangit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 11:22:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>btm3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gallery Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://btm3.wordpress.com/?p=667</guid>
		<description><![CDATA[
 
 
 
 
 

       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=btm3.wordpress.com&blog=1021987&post=667&subd=btm3&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span id="more-667"></span><img class="size-medium wp-image-663 aligncenter" title="SPID di Sibolangait" src="http://btm3.files.wordpress.com/2009/05/10052009895.jpg?w=300&#038;h=225" alt="SPID di Sibolangait" width="300" height="225" /></p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-664" title="Latihan Pemanasan" src="http://btm3.files.wordpress.com/2009/05/10052009900.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Latihan Pemanasan" width="300" height="225" /> <img class="alignnone size-medium wp-image-679" title="senam" src="../files/2009/05/10052009892.jpg?w=300" alt="senam" width="300" height="225" /></p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-665" title="Latihan Pemanasan" src="http://btm3.files.wordpress.com/2009/05/10052009893.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Latihan Pemanasan" width="300" height="225" /> <img class="alignnone size-medium wp-image-666" title="Pemanasan" src="http://btm3.files.wordpress.com/2009/05/10052009899.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Pemanasan" width="300" height="225" /></p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-668" title="sholat yuuk..." src="http://btm3.files.wordpress.com/2009/05/10052009902.jpg?w=300&#038;h=225" alt="sholat yuuk..." width="300" height="225" /> <img class="alignnone size-medium wp-image-669" title="lunch" src="http://btm3.files.wordpress.com/2009/05/10052009909.jpg?w=300&#038;h=225" alt="lunch" width="300" height="225" /></p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-674" title="Lunch" src="../files/2009/05/10052009910.jpg?w=300" alt="Lunch" width="300" height="225" /> <img class="alignnone size-medium wp-image-670" title="tracking" src="http://btm3.files.wordpress.com/2009/05/10052009911.jpg?w=300&#038;h=225" alt="tracking" width="300" height="225" /></p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-672" title="tracking" src="http://btm3.files.wordpress.com/2009/05/10052009932.jpg?w=300&#038;h=225" alt="tracking" width="300" height="225" /> <img class="alignnone size-medium wp-image-675" title="tracking" src="http://btm3.files.wordpress.com/2009/05/10052009931.jpg?w=300&#038;h=225" alt="tracking" width="300" height="225" /></p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-676" title="tracking" src="../files/2009/05/10052009924.jpg?w=300" alt="tracking" width="300" height="225" /></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/btm3.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/btm3.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/btm3.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/btm3.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/btm3.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/btm3.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/btm3.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/btm3.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/btm3.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/btm3.wordpress.com/667/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=btm3.wordpress.com&blog=1021987&post=667&subd=btm3&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://btm3.wordpress.com/2009/05/18/spid-2009-aula-masjid-unimed-dan-bumi-perkemahan-sibolangit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/401e41a9d9c39f94d917acfa877205ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">btm3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://btm3.files.wordpress.com/2009/05/10052009895.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">SPID di Sibolangait</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://btm3.files.wordpress.com/2009/05/10052009900.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Latihan Pemanasan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="../files/2009/05/10052009892.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">senam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://btm3.files.wordpress.com/2009/05/10052009893.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Latihan Pemanasan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://btm3.files.wordpress.com/2009/05/10052009899.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pemanasan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://btm3.files.wordpress.com/2009/05/10052009902.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sholat yuuk...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://btm3.files.wordpress.com/2009/05/10052009909.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">lunch</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="../files/2009/05/10052009910.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Lunch</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://btm3.files.wordpress.com/2009/05/10052009911.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tracking</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://btm3.files.wordpress.com/2009/05/10052009932.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tracking</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://btm3.files.wordpress.com/2009/05/10052009931.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tracking</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="../files/2009/05/10052009924.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tracking</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MILAD IX BTM3 UNIMED</title>
		<link>http://btm3.wordpress.com/2008/10/12/milad-ix-btm3-unimed/</link>
		<comments>http://btm3.wordpress.com/2008/10/12/milad-ix-btm3-unimed/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 16:22:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>btm3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gallery Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://btm3.wordpress.com/?p=655</guid>
		<description><![CDATA[SELAMAT MILAD BTM3…

 
Sobat, Kali ini kamu akan berpetualangan sejenak pada kegiatan yang diadain para aktifis Badan Ta&#8217;mirul Mushollah Mahasiswa Muslim (BTM3 pada tanggal 19-21 Maret 2008 lalu. Namanya juga BTM3 In Action Lho sobat, pada kegiatan kali ini yang dilaksanakan dalam rangka memperingati MILAD BTM3  ke- IX. Para aktifis dakwah mengadakan Bakti sosial berupa bantuan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=btm3.wordpress.com&blog=1021987&post=655&subd=btm3&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">SELAMAT MILAD BTM3…</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:small;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:26.95pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Sobat, Kali ini kamu akan berpetualangan sejenak pada kegiatan yang diadain para aktifis Badan Ta&#8217;mirul Mushollah Mahasiswa Muslim <strong>(BTM3 </strong>pada tanggal 19-21 Maret 2008 lalu. Namanya juga <em>BTM3 In Action Lho sobat</em>, pada kegiatan kali ini yang dilaksanakan dalam rangka memperingati MILAD BTM3<span>  </span>ke- IX. Para aktifis dakwah mengadakan Bakti sosial berupa bantuan yang diberikan kepada Para pekerja kebun dan <em>Cleaning service </em>yang telah berjasa menjaga kenyamanan, kebersihan dan keindahan kampus Unimed tanpa mereka mungkin kampus akan penuh dengan banyak sampah (Makasih ya pak..).<span id="more-655"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:26.95pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"><img class="alignleft size-medium wp-image-656" title="1" src="http://btm3.files.wordpress.com/2008/10/1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></span></p>
<p> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:26.95pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"></span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span> Bantuan berupa sembako yang diberikan adalah ungkapan keperdulian dan keikhlasan para aktifis dakwah untuk membantu meringankan sedikit beban mereka. Aksi ini juga tidak lepas dari partisipasi mahasiswa dan mahasiwi UNIMED lho! dengan kerendahan dan keikhlasan hati turut membantu saudara-saudara kita sesama muslim. Salut deh buat mereka&#8230; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:26.95pt;text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"></span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Lihatlah! betapa senangnya mereka menerimanya dengan rasa syukur, ada yang tertawa bahkan ada juga yang sampai menangis haru. Inilah hikmah dari ukhuwah, indah ya….!! Walau sedikit Insya Allah menjadi pahala dan berkah bagi mereka, amin… .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"><img class="size-medium wp-image-657 alignright" title="2" src="http://btm3.files.wordpress.com/2008/10/2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"></span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Selain itu, Grup Nasyid MAIDANI juga turut meyemarakkan kegiatan ini dengan mendendangkan nasyid mereka, jadi makin seru nih! </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"></span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Para aktifis dakwah juga nggak mau ketinggalan, akhwat buat kegiatan bazar. Wah… pokoknya lumayan komplit deh… Mahasiswa yang ingin mencari perlengkapan kuliah seperti: jilbab, pin, <span> </span>assesoris, busana muslimah, buku–buku islami serta produk lainnya juga tersedia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:26.95pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Bagi para ikhwahfillah, mereka menyemarakkan kegiatan dengan menyumbangkan kreativitas mereka di atas pentas, kebayang khan… ada yang lucu–lucu, unik, kreatif, tapi menyenangkan dan tentu tetap syar’i dong….</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:26.95pt;text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:26.95pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"></span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Yup!! Kita sudah menjelajahi jalannya kegiatan. Ba’da dzuhur kegiatan telah usai dan ditutup. Tapi bukan berarti, telah usai pula jalan dakwah. Justru dengan berakhirnya acara MILAD BTM3 ke- IX ini menjadikan da’wah semakin kuat meski tantangan tidak akan pernah berhenti untuk menguji iman dan tekad di hati para Fisabilillah.</span></p>
<div><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"><img class="size-medium wp-image-658 alignleft" title="3" src="http://btm3.files.wordpress.com/2008/10/3.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></span></div>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </p>
<p></span></p>
<div><em><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></div>
<p><em><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"></p>
<div><em><span style="font-size:small;"></span></em></div>
<p><em><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:26.95pt;text-align:justify;margin:0;">“Tidak ada seorang muslim pun yang tertusuk duri<span>  </span>atau apapun yang lebih besar dari itu kecuali Allah akan menetapkan sebuah pahala untuknya dan menghapus sebuah dosa darinya” (HR. Muslim).</p>
<div><em></em></div>
<p></span></span></em></span><em><span style="font-size:small;"><font size="3"><em><font size="3"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:26.95pt;text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p></font></em></font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:26.95pt;text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:26.95pt;text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p> </p>
<p></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:26.95pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Ayo….maju terus dakwah.  “Selamat Ulang Tahun” buat BTM3, moga makin bias menebarkan dakwah di kampus hijau ini. </span><span style="font-family:Wingdings;"><span><span style="font-size:small;">§</span><span style="font-family:&quot;"> </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"><em>Dw</em></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/btm3.wordpress.com/655/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/btm3.wordpress.com/655/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/btm3.wordpress.com/655/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/btm3.wordpress.com/655/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/btm3.wordpress.com/655/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/btm3.wordpress.com/655/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/btm3.wordpress.com/655/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/btm3.wordpress.com/655/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/btm3.wordpress.com/655/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/btm3.wordpress.com/655/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=btm3.wordpress.com&blog=1021987&post=655&subd=btm3&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://btm3.wordpress.com/2008/10/12/milad-ix-btm3-unimed/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/401e41a9d9c39f94d917acfa877205ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">btm3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://btm3.files.wordpress.com/2008/10/1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://btm3.files.wordpress.com/2008/10/2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://btm3.files.wordpress.com/2008/10/3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untuk Mu Saudara seperjuangan</title>
		<link>http://btm3.wordpress.com/2008/02/06/untuk-mu-saudara-seperjuangan/</link>
		<comments>http://btm3.wordpress.com/2008/02/06/untuk-mu-saudara-seperjuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 14:28:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>btm3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taujih dan Tadzkirah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://btm3.wordpress.com/2008/02/06/untuk-mu-saudara-seperjuangan/</guid>
		<description><![CDATA[
Untukmu Kader BTM3


Siang itu semua kelelahan. Terasa hirupan nafas yang tak biasa. Ritmenya menjadi lebih cepat. Sampai ada salah seorang diantara kami yang terbaring dan mengatakan. air..air..air.. Oh, Sangat didramatisir. Yang lain juga tak mau kalah. Ikut meronta meminta air. Dan panitia yang bertugas langsung dengan sigap memenuhi keinginan mereka (peserta). Seperti tahun-tahun sebelumnya kegiatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=btm3.wordpress.com&blog=1021987&post=586&subd=btm3&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong></p>
<p align="center" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><font color="#0000ff">Untukmu Kader BTM3</font></p>
<p></strong></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span>Siang itu semua kelelahan. Terasa hirupan nafas yang tak biasa. Ritmenya menjadi lebih cepat. Sampai ada salah seorang diantara kami yang terbaring dan mengatakan. air..air..air.. Oh, Sangat didramatisir. Yang lain juga tak mau kalah. Ikut meronta meminta air. Dan panitia yang bertugas langsung dengan sigap memenuhi keinginan mereka (peserta). Seperti tahun-tahun sebelumnya kegiatan ini memang memeras tenaga. Untuk melatih kekuatan fisik tentunya. <span id="more-586"></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span>Itulah potret sebuah kegiatan yang menjadi siklus tahunan. Yang harus dilalui oleh setiap calon pengurus wajiha ini. Setiap tahun ada regenerasi. Yang akan melanjutkan perjuangan ini. Perjuangan dikampus ini, Universitas Negeri Medan. BTM3 bukan satu-satunya. Tapi salah satunya. Salah satu organisasi yang diharapkan mampu menghadirkan solusi. Meski bukan untuk republik ini. Tapi setidaknya untuk kampus ini. Kampus yang telah memberi perubahan.</span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span>Haru tak tertahankan. Saat mengikuti Training dari BTM3 pertama kali. Jika kembali mengingat, artinya kembali membuka memory tentang orang-orang yang tak lagi dikampus ini, tentang orang-orang yang telah berjasa menjadi penyambung hidayah ini, tentang orang-orang yang dengan tulus mengayomi dan sabar menanti perubahan diri ini, dengan keyakinan ”Kalian akan menjadi penerus dakwah ini”. Akan banyak cerita, dengan ungkapan ” dulu, kumasih begini”, ”kumasih begitu”. Tapi saat ini, sungguh berbeda. Ada kerinduan mendalam akan segalanya. Ada canda tawa, ada kelakar menawan, ada senyum yang disembunyikan. Ada pekikan takbir di sela keheningan. Ya Rabb, ridhoilah kami. </span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span>Masih teringat saat mengikuti musyawarah perdana. Yang kini kukenal dengan syura. Ada banyak pendapat yang disampaikan. Ada adu argumen yang diakhiri dengan saling menasihati. Sampai masalah menu minuman diacara penutup dibahas begitu panjang. Dan akhirnya, Subhanallah. Jus semangka yang masih kuingat merahnya. </span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span>BTM3 hampir memenuhi ku hari ini. Dan semua ingatan ini akan menjadi amunisi pengobar semangat yang ku tak khawatir akan kehabisannya. Karena memory antum semua akan menjadi bola semangat yang luarbiasa. Selain itu pasti ada kenangan pahit dan<span>  </span>memory getir dibalik perjuangan yang menghinggapi kita. Maka yakinlah perjuangan itu akan menjadi simpul senyum manis penerus kita nantinya, yang akan mengatur jutaan bata, yang boleh jadi belum pas susunanya. Sehingga generasi setelah kita juga mampu menatap masa depan dakwah kampus (unimed) yang lebih cerah. </span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span>Lihatlah hari ini, ada banyak penerus kita dengan semangatnya yang luarbiasa. Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki. Dengan potensi yang masih malu-malu mewarnai. </span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><span>            </span>Mari berikan yang terbaik bagi dakwah ini. Dengan mempersiapkan generasi setelah kita. Generasi yang kuat, tangguh dan optimis menatap masa depan dengan memberikan keteladanan. Keteladanan adalah kunci pembelajaran. Karena tanpanya Proses yang terjadi hanya <i>transfer of knowledge.</i> Bukan yang kita inginkan yaitu, <i>transfer of value .</i>Keteladanan sebagai seorang kakak kepada adiknya, sebagai seorang abang kepada adiknya. Adiknya yang masih menanti pembelajaran, menanti masukan, kritikan dan kasih sayang. Jangan sampai terdengar lagi kata tidak mengerti, jangan sampai mereka merasa kehilangan kita hanya karena belum lengkap pembelajaran yang kita berikan. Proses ini harus segera dilakukan, karena setelahnya kita akan tersenyum melihat mereka dapat berbuat lebih dari kita.</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><span>            </span>Dan yang kita harapkan, tiada kekhawatiran saat akan meninggalkan kampus ini. Karena kita tidak meniggalkan generasi yang lemah setelah kita.<span> </span></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><span></span></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><span></span></span></p>
<h5 class="MsoNormal"><span><span></span></span><span><span><font color="#339966">By: Muhammad Azhar</font> </span></span></h5>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/btm3.wordpress.com/586/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/btm3.wordpress.com/586/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/btm3.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/btm3.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/btm3.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/btm3.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/btm3.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/btm3.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/btm3.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/btm3.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/btm3.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/btm3.wordpress.com/586/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=btm3.wordpress.com&blog=1021987&post=586&subd=btm3&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://btm3.wordpress.com/2008/02/06/untuk-mu-saudara-seperjuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/401e41a9d9c39f94d917acfa877205ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">btm3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Simposium Kaderisasi ; Langkah Awal di 1429 H</title>
		<link>http://btm3.wordpress.com/2008/02/06/simposium-kaderisasi-langkah-awal-di-1429-h/</link>
		<comments>http://btm3.wordpress.com/2008/02/06/simposium-kaderisasi-langkah-awal-di-1429-h/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 14:09:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>btm3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Titik Ungkit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://btm3.wordpress.com/2008/02/06/simposium-kaderisasi-langkah-awal-di-1429-h/</guid>
		<description><![CDATA[Simposium Kaderisasi ; Langkah Awal di 1429 H
Oleh: Muhammad Azhar*
&#160;
Jum’at, tanggal 25 januari 2008 itu, menjadi hari yang sangat berkesan bagi semua. Karena disana ada banyak cerita. Cerita dibalik perjalanan Simposium Kaderisasi dua hari berikutnya. Sekitar pukul 20.00 WIB semua masih terlihat sibuk, ada yang memasang spanduk, ada yang membuat bloc note, dan ada pula [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=btm3.wordpress.com&blog=1021987&post=585&subd=btm3&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><b><font color="#0000ff">Simposium Kaderisasi ; Langkah Awal di 1429 H</font></b></p>
<h5 align="center" class="MsoNormal">Oleh: Muhammad Azhar*</h5>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal">Jum’at, tanggal 25 januari 2008 itu, menjadi hari yang sangat berkesan bagi semua. Karena disana ada banyak cerita. Cerita dibalik perjalanan <b>Simposium Kaderisasi </b>dua hari berikutnya. Sekitar pukul 20.00 WIB semua masih terlihat sibuk, ada yang memasang spanduk, ada yang membuat bloc note, dan ada pula yang sedang membuat stiker untuk persiapan esok harinya. Sambil diiringi Nasyid IRA dari speaker kecil disekretariat LDK Raudhatul Jannah UMN semua tampak bersemangat, meski lama-kelamaan mata mereka terlihat merah dan wajah keletihan tak lagi bisa disembunyikan.<span id="more-585"></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal">Akhirnya hari itupun tiba, hari dimana acara yang menjadi salah satu program kerja divisi ke-LDK-an Puskomda FSLDK Sumut akan dilaksanakan. Saat yang akan menjadi memori tak terlupakan, saat bisa dengan wajah ceria menyambut kawan-kawan seperjuangan dari berbagai LDK di Sumatera Utara. Ada tidak kurang dari 20 LDK yang menghadiri acara tersebut dengan jumlah <span> </span>total peserta sebanyak 104 orang. Mereka datang dari berbagai daerah selain dari kota Medan, ada yang berasal dari Simalungun, Madina, Sidimpuan, Binjai, Dairi dan Kisaran. Tampak Aula kampus B unievrsitas Muslim Nusantara hari itu sangat berbeda, karena dipenuhi oleh mujahid dan mujahidah dari berbagai penjuru Sumatera uatara.</p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal">Acara Simposium Kaderisasi ini bertujuan untuk m<span style="line-height:150%;">emberikan motivasi kepada LDK se-Sumut untuk menata sistem kaderisasi di LDK masing-masing dengan baik serta berbagi pengalaman terkait pola kaderisasi di LDKnya. Selain itu harapan diadakannya Simposium ini adalah kita bisa merumuskan pola kaderisasi umum untuk dijadikan rujukan oleh kampus-kampus lain sesuai dengan klasifikasi kampus yang memiliki kecenderungan tersendiri. Yaitu Kampus PTAI (Perguruan Tinggi Agama Islam), kampus PTU (Perguruan Tinggi Umum) dan kampus Politeknik yang ada di Sumatera Utara.</span><span> <span> </span><span> </span></span><span> </span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span>            </span>Disela acara yang terdiri dari tiga sesi taerlihat peserta yang cukup antusias dengan memberi pertanyaan kepada pembicara kala itu. Untuk sesi I, pembicara yang dihadirkan adalah Bapak Agus Purwoko, M.Si sebagai mantan praktisi Dakwah Kampu di IPB. Dan pembicara kedua Bapak Agus Safril, M.Mt dari Ikadi kota Medan. Sesi II hanya di isi oleh <i>single fighter</i> kita Bapak Ikrimah Hamidy, ST dari DPRD, seyogyanya untuk sesi II ini akan ada dua orang pembicara lagi, namun karena sesuatu hal maka kedua pembicara tersebut tidak bisa hadir saat itu. Di sesi III ada tiga orang pembicara yaitu Bapak Yusvi Adi Mustofa, ST, Agus Purwantoro, SE, M.Si dan Onrizal, M.Si. denagn kompetensi yang berbeda-beda. Pak Yusvi berbicara tentang PTU, karena beliau memang berasal dari Itb, Pak Agus menyampaikan khazanah dakwah kampus di ranah institusi pemerintah yaitu STAN, dan Pak Onrizal bertutur tentang dakwah kampus di lingkungan PTAI.</p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span>            </span>Disela sesi I dan kedua juga turut memeriahkan tim nasyid Emergency Voice yang sempat menghibur peserta dengan tiga buah nasyid yang sudah akrab ditelinga para ADK, begitu pula dihari kedua. Lengkap sudah kesemuanya. Sebelum mencapai deti-detik akhir acara, ada presentasi tentang pola kaderisasi secara singkat oleh kawan-kawan yang mewakili PTAI, PTU dan Politeknik. Kemudian pemutaran video-video menarik yang bertajuk Dakwah Kampus tetap setia hadir baik di hari I maupun di hari II.</p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span>            </span>Untuk ini semua dari awal panitia yang terbentuk hanya diberi waktu selama kurang lebih satu bulan. Tapi Alhamdulillah semua berjalan lancar sampai kegiatan itu ditutup secara resmi pada hari minggu, 27 Januari 2008, kurang lebih pukul 18.56 (waktu telepon genggam ketua Puskomda Sumut ; Abangda Regar<span>  </span>^-^).</p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal">Tibalah pada detik-detik akhir menjelang perpisahan. Doa yang di panjatkan oleh sahabat seperjuangan dari Madina semoga bisa menjadikan acara itu benar-benar diridhoi oleh Allah SWT. Saat akan berpisah lantunan nasyid Do’a Perpisahan dari Laptop Toshiba di meja depan, menambah suasana sore itu semakin kurindukan. Ada peluk bahagia, ada canda tawa, ada ucapan “Selamat berjuang Akhi”. Ya, “Selamat Berjuang Saudaraku”, semoga Allah mempertemukan kita di Jannah-Nya. Amin&#8230;</p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal">                                                                 *<em>Ketua Umum BTM3 Unimed 2007-2008</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/btm3.wordpress.com/585/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/btm3.wordpress.com/585/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/btm3.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/btm3.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/btm3.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/btm3.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/btm3.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/btm3.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/btm3.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/btm3.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/btm3.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/btm3.wordpress.com/585/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=btm3.wordpress.com&blog=1021987&post=585&subd=btm3&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://btm3.wordpress.com/2008/02/06/simposium-kaderisasi-langkah-awal-di-1429-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/401e41a9d9c39f94d917acfa877205ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">btm3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PAGELARAN SENI ISLAMI UKMI ARRAHMAN UNIMED</title>
		<link>http://btm3.wordpress.com/2008/01/22/pagelaran-seni-islami-ukmi-arrahman-unimed/</link>
		<comments>http://btm3.wordpress.com/2008/01/22/pagelaran-seni-islami-ukmi-arrahman-unimed/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jan 2008 01:59:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>btm3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Kampus Unimed]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://btm3.wordpress.com/2008/01/22/pagelaran-seni-islami-ukmi-arrahman-unimed/</guid>
		<description><![CDATA[BTM3 Unimed - Mengembangkan kembali seni islam di Medan, Sabtu 19 Januari 2008, Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Arrahman Universitas Negeri Medan (Unimed) menggelar Pagelaran Seni Islam di Gedung Auditorium Unimed.
&#160;
          Pilmon Ginting, Koordinator Departemen acara mengatakan tujuan dilaksanakannya pagelaran ini adalah untuk mengenalkan syiar islam kepada masyarakat dengan melalui teater islami dan orasi budaya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=btm3.wordpress.com&blog=1021987&post=584&subd=btm3&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><strong>BTM3 Unimed -</strong> Mengembangkan kembali seni islam di Medan, Sabtu 19 Januari 2008, Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) <a target="_blank" href="http://www.ukmiarrahman.multiply.com">Arrahman</a> Universitas Negeri Medan (Unimed) menggelar Pagelaran Seni Islam di Gedung Auditorium Unimed.<span id="more-584"></span></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">          Pilmon Ginting, Koordinator Departemen acara mengatakan tujuan dilaksanakannya pagelaran ini adalah untuk mengenalkan syiar islam kepada masyarakat dengan melalui teater islami dan orasi budaya. &#8220;Kemudian untuk mempopulerkan budaya islami di masyarakat, harus didukung dengan kemauan dan kesadaran yang tinggi,&#8221; ujarnya.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">          Pagelaran seni islam yang bekerjasama dengan Maidany Entertainment yang berlangsung pukul 08.00 WIB hingga 12.30 WIB ini memuat beragam acara dan kegiatan seperti, Orasi budaya oleh dosen IAIN Sumut, Dr. Zulhadi MA, Haflah Al Quran oleh qori dan qoriah Unimed, puisi islami oleh budayawan Sumut, Hasan Al Banna, dan teater islami.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">          Bukan hanya itu saja, di pagelaran seni islami ini juga dilaksanakan pameran kaligrafi dari museum Unimed. Kemudian bazar produk-produk islami seperti buku islami, pin, dan pakaian islami.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">          Dalam kesempatan tersebut Maidany Entertainment juga melauncing album terbarunya yaitu, Dua Wajah. Dimana sebelumnya mereka telah meluncurkan album pertama dan kedua dengan tajuk Bahasa Jiwa dan Senandung Langit.</p>
<p align="center">&nbsp;</p>
<p align="center">***</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/btm3.wordpress.com/584/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/btm3.wordpress.com/584/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/btm3.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/btm3.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/btm3.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/btm3.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/btm3.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/btm3.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/btm3.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/btm3.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/btm3.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/btm3.wordpress.com/584/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=btm3.wordpress.com&blog=1021987&post=584&subd=btm3&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://btm3.wordpress.com/2008/01/22/pagelaran-seni-islami-ukmi-arrahman-unimed/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/401e41a9d9c39f94d917acfa877205ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">btm3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kejarlah Ilmu Wahai Muslimah</title>
		<link>http://btm3.wordpress.com/2007/12/17/kejarlah-ilmu-wahai-muslimah-2/</link>
		<comments>http://btm3.wordpress.com/2007/12/17/kejarlah-ilmu-wahai-muslimah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Dec 2007 03:44:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>btm3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Annisa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://btm3.wordpress.com/2007/12/17/kejarlah-ilmu-wahai-muslimah-2/</guid>
		<description><![CDATA[BTM3 Unimed - Dr. Kamal al-HaIbawi, alim Mesir yang tinggal di Pakistan, dalam sebuah ceramahnya pernah mengisahkan pandangan seorang ulama tradisional tatkala ditanya komentarnya tentang peran perempuan dalam Islam: &#8220;Perempuan hanya boleh keluar rumah dalam tiga kondisi, pertama keluar dan rahim ibunya saat ia dilahirkan. Kedua, keluar menuju rumah suaminya setelah pernikahan dan ketiga keluardari rumahnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=btm3.wordpress.com&blog=1021987&post=582&subd=btm3&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><strong>BTM3 Unimed - </strong>Dr. Kamal al-HaIbawi, alim Mesir yang tinggal di Pakistan, dalam sebuah ceramahnya pernah mengisahkan pandangan seorang ulama tradisional tatkala ditanya komentarnya tentang peran perempuan dalam Islam: &#8220;Perempuan hanya boleh keluar rumah dalam tiga kondisi, pertama keluar dan rahim ibunya saat ia dilahirkan. Kedua, keluar menuju rumah suaminya setelah pernikahan dan ketiga keluardari rumahnya menuju liang lahat, tempatnya beristirahat untuk selama-lamanya!&#8221;<span id="more-582"></span></p>
<p>Nah&#8230; Iho? Landasan apa yang digunakan sehingga ia berpendapat demikian? Apa dalilnya, dari sudut mana ia memandang permasalahan perempuan dalam Islam ? Apa yang melatarbelakangi pernyataan itu muncul?</p>
<p>Mungkin itu serentet pertanyaan yang meluncur dari bibir kita saat mendengar fatwa sang ulama di atas. Tapi masalah peran dan posisi muslimah, khususnya di bidang ilmiyah, dalam gambar kebangkitan Islam yang kian marak dan menjamur memang sebuah misteri yang masih remang-remang. Tak percaya? Coba saja simak urajan di bawah ini.</p>
<p><strong>Fenomena Muslimah<br />
</strong><br />
Bicara masalah perempuan, seperti yang Rasul katakan, jika tak hati-hati, sama dengan mengurai benang kusut yang memiliki banyak simpul. Sampai-sampai Rasul Saw pernah bersabda bahwa babus syaithan dan babun nisaa merupakan dua topik yang tak pemah habis dibahas, dikaji dan diseminarkan.</p>
<p>Namun ini bukan berarti bahwa dua bab ini tak dapat dikaji tuntas. Tentu bisa. Islam telah memberikan demikian banyak petunjuk, dimanakah orbit perempuan dalam sistem raya Islam ini. Menurut tuntunan Rasul, Islam sebagai agama yang amat memperhatikan  masalah  keseimbangan, menegaskan bahwa perempuan adalah pendamping pria dalam upaya menegakkan kalimat Allah. Jika hendak diumpamakan  wanita dan pria laksana dua bintang yang berada pada orbit yang berbeda, namun memiliki peran yang sama menentukan bagi kesimbangan jagat ini. Sama seperti yang Allah Ta?ala firmankan : (QS Yasin : 40)</p>
<p>Tinggal memang, perkembangan zaman menghadirkan masalah-masalah baru bagi muslimah. Hal-hal yang selama ini tak pernah ada dalam kamus kemuslimahan tiba-tiba muncul. Ide emansipasi dan ideologi feminisme masuk mengisi rongga otak banyak muslimah. Hasilnya berwujud berseliwerannya para perempuan memenuhi ruang perkantoran, pusat perbelanjaan, dan pabrik-pabrik. Sebagian menorehkan prestasi di bidang ilmu, sementara sekelompok lainnya asyik menekuni bidang politik bahkan militer.</p>
<p>Dan,  banyak fakta menunjukkan bahwa prestasi yang dihasilkan kaum hawa ini tak beda jauh, sebagian bahkan melampaui apa yang diraih pria. Ide dan contoh nyata ini tentu memberikan inspirasi serta motivasi baru bagi sebagian muslimah untuk mengekor keberhasilan rekan sejenisnya di belahan bumi lain, mayoritas di barat. Arus ini bagaikan badai yang menerjang benteng pertahanan yang selama ini dibangun untuk melindung perempuan  agar tetap ada dalam istananya.</p>
<p>Di sisi yang lain arus ini juga memunculkan pertanyaan pada sebagian muslimah ihwal gugatannya terhadap &#8220;pagar-pagar&#8221; yang selama ini membatasi ruang geraknya dalam beraktivitas. Khususnya pada peran yang dapat diemban seorang muslimah dalam gerak kebangkitan ummat yang tengah berlangsung ini.</p>
<p><strong>Menggugat Mitos</p>
<p></strong>Di antara masalah yang mungkin sering menggelegak dalam jiwa para muslimah namun takut untuk mengungkapkannya ke permukaan adalah banyaknya mitos yang berkembang memagari seorang muslimah.</p>
<p>Dr. Yusuf Qardhawi pernah melontarkan keheranannya saat ia melihat fenomena maraknya upaya menjauhkan para muslimah dan majelis ilmu. &#8220;Tahun 70-an, saya terus menghadiri muktamar tahunan Asiosasi Mahasiswa Islam Amerika dan Kanada selama beberapa tahun, dimana ikhwan dan muslimah hadir menyaksikan jalannya ceramah. Muslimah yang hadir disitu ikut mendengar komentar, pertanyaan, jawaban dan diskusi tentang masalah-masalah Islam yang besar, baik menyangkut fikrah, ilmiyah, sosial, pendidikan dan politik. Tapi tahun delapan puluhan, suasana menjadi berubah. Ketika saya menghadiri beberapa muktamar di Eropa dan Amerika, saya temukan pemisahan total dua jenis kelamin itu. Saya lihat para akhowat tidak dapat menghadiri sebagian besar dan ceramah-ceramah, diskusi dan seminar yang dikelola oleh laki-laki. Padahal forum itu begitu penting bagi wanita. Di antara muslimah ada yang mengadu pada saya tentang kebosanan mereka mengikuti ceramah-ceramah yang hanya seputar kewanitaan saja, seperti hak-hak, kewajiban dan kedudukan wanita dalam Islam.&#8221; (Prioritas Gerakan Islam, Dr. Yusuf Qardhawi, Buku Kesatu, hal. 98-99)</p>
<p>Itu baru satu kasus. Masih ada yang lain, seperti anggapan suara wanita itu aurat, bertanya melalui kertas, ketakutan menolak calon suami dan lain-lain. Dalam masalah yang khas dengan peran muslimah menuntut ilmu, mitos itu bisa tercium dari pandangan sinis terhadap mereka para muslimah yang aktif menekuni ilmu di bangku sekolah dan perguruan tinggi. Keengganan sebagian muslimah yang memiliki kesempatan dan kemampuan untuk melanjutkan pendidikan bertolak dari anggapan bahwa bekal seorang muslimah yang utama adalah berbakti pada suami dan menjadi ibu.  Sementara kebingungan melanda sebagian muslimah yang sudah menyelesaikan atau tengah berjuang menyelesaikan pendidikannya kemana akan dimanfaatkan ilmunya itu nanti. Semuanya tersimpul menjadi satu mengikat dan membatasi peran muslimah dalam sumbangannya terhadap kebangunan Islam.</p>
<p><strong>Akar Masalah</p>
<p></strong>LaIu kenapa pemikiran nyeleneh atau mitos tentang muslimah itu muncul dan malah seolah disahkan dalam aktivitas keseharian?  Ada beberapa penyebabnya.</p>
<p>Pertama, masalah keluasan pemahaman seseorang. Masalah kefahaman ini amat menentukan persepsi dan amal seseorang tentang suatu hal. Pemahaman yang luas, integral dan terpadu akan membuat seseorang arif dalam mengeluarkan fatwa atau pendapat.</p>
<p>Islam tak pernah memandang dan menilai muslimah sebagai masyarakat  kelas dua dengan hak dan tanggung jawab yang lebih rendah dari kaum pria. Islam mewajibkan menuntut ilmu bagi wanita dan pria, nabi Muhammad saw mewasiatkan agar orang tua mengutamakan pendidikan anak perempuannya:</p>
<p>&#8220;Barangsiapa mempuanyai anak perempuan, kemudian mendidiknya, berbuat baik kepadanya, dan mengawinkannya, baginya syurga.&#8221; (HR Ihnu Hibban)</p>
<p>Panggung sejarah keagungan Islam jelas banyak melibatkan peran aktiv kaum muslimah di berbagai bidang.</p>
<p>Di sisi jihad dan tadhiyyah (pengorbanan) mereka kepada Islam, tercatat Summayyah lah sebagai muslimah pertama yang menyumbangkan nyawanya demi keimanan dan memperoleh syahadah.<br />
Manusia pertama yang menyambut da&#8217;wah Islam sekaligus menopang banyak manuvernya juga dari kaum  muslimah; Khadijah binti Khuwaiiid ra.</p>
<p>Selain itu banyak pula dikisahkan, para shahabiyyat ra yang turut membantu kaum muslimin dalam peperangan.</p>
<p>Di bidang pengetahuan juga tidak kalah. Para shahabiyat ra pernah meminta agar diadakan pertemuan khusus buat mereka dalam mempelajar ilmu, sebagaimana yang dilakukan Rasul kepada para shahabat. Kemudian Nabi memenuhi kehendak mere-ka dengan memberikan waktu khusus.</p>
<p>Aisyah Ummul mu&#8217;minin ra dikenal sebagai orang yang paling ahil  tentang fiqih, kedokteran dan puisi. Karena kepandaiannya itu Rasulullah pernah berkata kepada para shahabat-nya: &#8220;Ambilah separuh agama kalian dan AI-Humairan ini, yakni sayyidatina Aisyah ra., Ummul mukminin&#8221;<br />
Dalam ilmu hadits, lbnu Asakir menyebutkan lebih dan delapan puluh wanita ahli hadits. Aliyah binti Hasan, pemimpin Bani Syaiban, seorang yang cerdik lagi terhormat sering dikunjungi oleh Shaleh Al-Marwi dan tokoh-tokoh ulama fiqih Bashrah untuk dimintai pendapatnya  tentang berbagai masalah.</p>
<p>Zainab binti Ummi Salamah, dilukiskan oleh lbnu Katsir salah seorang yang paling dalam ilmu agamanya di Madinah saat itu.</p>
<p>Selain itu, ada di antara para shahabat ra yang sering membacakan catatannya di hadapan seorang shahabiyyah yang bernama Ummu Sa&#8217;ad binti Rabi&#8217;. Mereka mohon dikoreksi bila terdapat kesalahan-kesalahan datam catatannya.</p>
<p>Ada Iagi yang bernama Ka&#8217;biyyah binti Sa&#8217;ad Al-Aslamiyyah, salah seorang dokter wanita. Beliau mendirikan tenda poliklinik yang bersebelahan dengan masjid Nabawi, memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Islam. Atas jasa jihad dan sosialnya itu, Rasulullah memberinya hadiah sebuah anak panah di waktu perang Khaibar.</p>
<p>Rasul juga pernah menunjuk  Asy-Syafa&#8217;  binti Abdullah untuk mengajarkan tulis-baca kepada kaum muslimin. Asy-Syafa&#8217; pun digelar &#8220;guru wanita pertama dalam Islam&#8221;. Selanjutnya, masih sederet nama dan peristiwa iagi yang sejenis.</p>
<p>Uraian di atas, jelas menggambarkan bahwa Islam tak pernah mempersempit ruang gerak wanita menuntut ilmu dan menunaikan kewajiban  mereka membangun peradaban masyarakat Islam. Mereka, para shahabiyyat mengerti kedudukan dan peranan yang mereka emban dalam menghasung pembangunan sebuah masyarakat Islam. Mereka selalu aktiv dalam proses belajar dan mengamalkan ilmu-nya untuk orang lain, mereka berlomba mencapai tingkat per-juangan yang maksimal untuk membangun masyarakatnya.</p>
<p>Kedua, seringkali mitos-mitos itu muncul bukan didasari nilai-nilai Islam. Mitos dan aturan yang merugikan umat sendiri itu seringkali datang dan luar Islam: adat, tradisi, dan pandangan masyarakat setempat hingga rekayasa musuh-musuh Islam.</p>
<p>Masyarakat pra Islam, baik zaman sebelum Rasul maupun zaman kini, kebanyakan memandang perempuan sebagal makhluq yang berderajat rendah. Umar bin Khattab ra. pernah berujar: &#8220;Pada zaman jahiliyah kami tak pernah memberikan hak apa-pun pada wanita. Sampai Allah Ta?ala yang Maha Tinggi menurunkan perintah yang penting pada mereka dan memberikan pada mereka bagian yang tepat.&#8221;</p>
<p>Aristoteles memandang wanita adalah &#8216;makhluk yang belum selesai penciptaanya&#8217;. Sementara dalam Rig weda tertulis: &#8220;Tidak boleh menjalin persahabatan dengan wanita. Pada kenyataannya, hati wanita adalah sarang srigala.&#8221; (Rig Weda, 10, 95, 15.)</p>
<p><strong>Beberapa Pilar Peran Muslimah<br />
</strong><br />
Wanita muslimah bukanlah bilangan yang dapat diabaikan dan makhluq yang dapat disia-siakan. Rasulullah saw bersabda bahwa  wanita adalah saudara kandung laki-laki. Islam memberikan peluang yang sama besar pada laki-laki mapun perempuan untuk mereguk sebanyak mungkin  pahala yang Allah sediakan bagi mereka yang beramal.</p>
<p>Ada beherapa pilar yang dapat dijadikan sandaran bagi muslimah untuk berkiprah dalam lapangan ilmiyah di masyarakat:</p>
<p>Pertama, Pria dan wanita memiliki derajat hak dan tanggung jawab yang sama disisi Allah Ta&#8217;ala. Namun jangan berpikir bahwa persamaaan ini juga menuntut tugas yang sama. Sekali lagi, sebagaimana telah diungkap di atas, keduanya ada dalam orbit yang berbeda. Keduanya memiliki tugas dan peran yang berbeda-beda, namun saling melengkapi. Untuk itu, keduanya pun harus memiliki bekal yang cukup sehingga tugas yang diletakkan pada pundaknya dapat terlaksana.</p>
<p>Kedua, pria dan wanita diberi bekal fitrah dan potensi yang sama. Saat Allah Ta&#8217;ala menciptakan manusia, tak pernah dibedakan apakah ia perempuan atau laki-laki. Karena itu, peluang perempuan untuk berprestasi terbuka sama lebarnya dengan laki-laki. Tinggal sekali lagi, tentu keduanya berada pada orbit ma-sing-masing.</p>
<p>Maka tak heran jika Rasulullah saw memuji wanita Anshar yang giat bertanya: &#8220;Allah akan merahmati wanita Anshar, mereka tidak malu-malu lagi mempelajari agama.&#8221;</p>
<p>Ketiga, wanita islam haruslah wanita yang penuh dengan vitalitas dan kerja nyata. Rasulullah saw menganjurkan agar kaum wanita selalu berkarya, &#8220;Sebaik-baik canda seorang mukminah di rumahnya adalah bertenun.&#8221; (Asadul Ghabah, jilid 1 hal.241)</p>
<p>Qailah Al-Anmariyah, seorang sahabiyah yang juga pedagang, pernah bertanya pada Rasul: &#8220;Ya Rasulullah, saya ini seorang pedagang. Apabila saya mau menjual barang, saya tinggikan harganya di atas yang diinginkan, dan apabila saya membeli saya tawar ia di bawah yang ingin saya bayar. Maka Rasul menjawab, &#8220;Ya, Qailah! Janganlah kau berbuat begitu. kalau mau beli, tawarlah yang wajar sesuai yang kau inginkan. dikasih atau ditolak.&#8221;</p>
<p>Ustadz Umar Tilmisani menyatakan bahwa Islam tidak melarang seorang wanita menjadi dokter, guru sekolah, tokoh masyarakat, perawat, peneliti dalam berbagal bidang ilmu, penulis, penjahit serta profesi lain se-panjang itu tidak bertentangan dcngan kodrat kewanitaanya.</p>
<p>Keempat, hendaknya aktivitas dibidang keilmuwan itu tidak melupakan tugas utama seorang wanita  sebagai  penanggung-jawab masalah kerumah-tanggaan. Firman Allah Ta&#8217;ala: &#8220;Dan hendaklah kamu tetap di rumah-rumah kamu &#8230;&#8221; (QS al-Alizab: 33)</p>
<p>Jika keserasian ini terjaga, maka tak hanya ummat Islam yang heruntung karena mendapat tam-bahan tenaga dan partner baru dalam berjuang, namun cita-cita menegakkan kalimat Allah kian datang mendekat. Semoga Allah Ta&#8217;ala selalu menyertai langkah kita. Amiin. (btm3/ishlah)</p>
<p><font size="1">Sumber : Ishlah 7/II/1994</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/btm3.wordpress.com/582/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/btm3.wordpress.com/582/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/btm3.wordpress.com/582/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/btm3.wordpress.com/582/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/btm3.wordpress.com/582/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/btm3.wordpress.com/582/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/btm3.wordpress.com/582/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/btm3.wordpress.com/582/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/btm3.wordpress.com/582/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/btm3.wordpress.com/582/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/btm3.wordpress.com/582/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/btm3.wordpress.com/582/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=btm3.wordpress.com&blog=1021987&post=582&subd=btm3&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://btm3.wordpress.com/2007/12/17/kejarlah-ilmu-wahai-muslimah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/401e41a9d9c39f94d917acfa877205ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">btm3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Foto Cinta Kita</title>
		<link>http://btm3.wordpress.com/2007/12/17/foto-cinta-kita/</link>
		<comments>http://btm3.wordpress.com/2007/12/17/foto-cinta-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Dec 2007 03:40:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>btm3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pernik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://btm3.wordpress.com/2007/12/17/foto-cinta-kita/</guid>
		<description><![CDATA[BTM3 Unimed &#8211; Dua setengah tahun lalu ketika masih semester satu, saya melihat di pondokan ikhwa, ada seorang senior saya tengah tertunduk dan menatapi foto-foto kegiatan da&#8217;wah masa lalu. Ia membuka setiap halaman album foto itu dengan penuh perasaan. Didekatnya ada setumpuk foto dari masa ke masa, dari satu kepengurusan ke kepengurusan lain. Dan ia berkata, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=btm3.wordpress.com&blog=1021987&post=581&subd=btm3&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><strong>BTM3 Unimed &#8211; </strong>Dua setengah tahun lalu ketika masih semester satu, saya melihat di pondokan ikhwa, ada seorang senior saya tengah tertunduk dan menatapi foto-foto kegiatan da&#8217;wah masa lalu. Ia membuka setiap halaman album foto itu dengan penuh perasaan. Didekatnya ada setumpuk foto dari masa ke masa, dari satu kepengurusan ke kepengurusan lain. Dan ia berkata, &#8220;Saya senang melihat foto-foto ini meskipun di foto ini tidak ada saya&#8230;&#8221; Saya tertegun dan masih tidak dapat memahami kata-katanya, karena bukankah biasanya manusia akan senang melihat fotonya sendiri, barulah melihat foto orang lain?<span id="more-581"></span></p>
<p>Itu kejadian dua setengah tahun lalu. Dan kini saya tersenyum memandangi foto-foto kegiatan da&#8217;wah kampus masa lalu meski tak ada foto saya di dalamnya, mungkin persis seperti yang dilakukan oleh saudara saya itu. Ya, saya tersenyum karena saya telah mengetahui jawabannya dan saya merasakan hal yang sama dengannya.</p>
<p>Sungguh, foto-foto itu tidak terjadi begitu saja, tidaklah mudah mewujudkannya. Manakala ada foto para ikhwa berjejer rapi, mengepalkan tangan seraya bertakbir dan tersenyum penuh kekompakan, demi Allah.., sungguh untuk mewujudkan hal seperti itu ada pengorbanan para senior-senior kami atau dari teman-teman kami sendiri yang rela berkorban demi terbentuknya pribadi-pribadi muslim. Ada perjuangan mujahid dan mujahidah Allah, demi terselenggaranya suatu kegiatan. Perjuangan yang menurut saya tidak kalah hebatnya dengan perjuangan mujahid di medan perang. Ada tarbiyah yang terus menerus, pengkondisian lingkungan, konsolidasi internal eksternal, dan dauroh-dauroh.</p>
<p>Semoga foto-foto itu dapat menjadi saksi perjuangan dan ukhuwah islamiyah ikhwah di akhirat kelak. Kabulkanlah ya Allah&#8230; (zaf)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/btm3.wordpress.com/581/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/btm3.wordpress.com/581/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/btm3.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/btm3.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/btm3.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/btm3.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/btm3.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/btm3.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/btm3.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/btm3.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/btm3.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/btm3.wordpress.com/581/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=btm3.wordpress.com&blog=1021987&post=581&subd=btm3&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://btm3.wordpress.com/2007/12/17/foto-cinta-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/401e41a9d9c39f94d917acfa877205ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">btm3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jilbab Menurut Islam, Kristen dan Yahudi: Mitos dan Realita</title>
		<link>http://btm3.wordpress.com/2007/12/17/jilbab-menurut-islam-kristen-dan-yahudi-mitos-dan-realita-2/</link>
		<comments>http://btm3.wordpress.com/2007/12/17/jilbab-menurut-islam-kristen-dan-yahudi-mitos-dan-realita-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Dec 2007 03:32:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>btm3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Annisa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://btm3.wordpress.com/2007/12/17/jilbab-menurut-islam-kristen-dan-yahudi-mitos-dan-realita-2/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Prof. Sherif Abdel Azeem
BTM3 Unimed - Marilah kita buka satu persoalan yang di negara-negara Barat dianggap sebagai simbol dari penindasan dan perbudakan wanita, yaitu jilbab atau tudung kepala. Apakah betul tidak terdapat pembahasan mengenai jilbab di dalam tradisi Jahudi-Kristen ? Mari kita lihat bukti catatan yang ada. Menurut Rabbi Dr. Menachem M. Brayer, Professor [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=btm3.wordpress.com&blog=1021987&post=580&subd=btm3&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Oleh : Prof. Sherif Abdel Azeem</p>
<p><strong>BTM3 Unimed</strong> - Marilah kita buka satu persoalan yang di negara-negara Barat dianggap sebagai simbol dari penindasan dan perbudakan wanita, yaitu jilbab atau tudung kepala. Apakah betul tidak terdapat pembahasan mengenai jilbab di dalam tradisi Jahudi-Kristen ? Mari kita lihat bukti catatan yang ada. Menurut Rabbi Dr. Menachem M. Brayer, Professor Literatur Injil pada Universitas Yeshiva dalam bukunya, <em>The Jewish woman in Rabbinic Literature</em>, menulis bahwa baju bagi wanita Yahudi saat bepergian keluar rumah yaitu mengenakan penutup kepala yang terkadang bahkan harus menutup hampir seluruh muka dan hanya meninggalkan sebelah mata saja. Beliau disana mengutip pernyataan beberapa Rabbi (pendeta Yahudi) kuno yang terkenal: <em>&#8220;Bukanlah layaknya anak-anak perempuan Israel yang berjalan keluar tanpa penutup kepala&#8221; dan &#8220;Terkutuklah laki-laki yang membiarkan rambut isterinya terlihat,&#8221; dan &#8220;Wanita yang membiarkan rambutnya terbuka untuk berdandan membawa kemelaratan.&#8221;</em> <span id="more-580"></span></p>
<p>Hukum Rabbi melarang pemberian berkat dan doa kepada wanita menikah yang tidak menutup kepalanya karena rambut yang tidak tertutup dianggap &#8220;telanjang&#8221;. Dr. Brayer juga mengatakan bahwa &#8220;Selama masa Tannaitic, wanita Yahudi yang tidak menggunakan penutup kepala dianggap penghinaan terhadap kesopanannya. Jika kepalanya tidak tertutup dia bisa dikenai denda sebanyak empat ratus zuzim untuk pelanggaran tersebut.&#8221;</p>
<p>Dr. Brayer juga menerangkan bahwa jilbab bagi wanita Yahudi bukanlah selalu sebagai simbol dari kesopanan. Kadang-kadang, jilbab justru menyimbolkan kondisi yang membedakan status dan kemewahan yang dimiliki wanita yang mengenakannya ketimbang ukuran kesopanan. Jilbab atau tudung kepala menandakan martabat dan keagungan seorang wanita bangsawan Yahudi. Jilbab juga diartikan sebagai penjagaan terhadap hak milik suami.</p>
<p>Jilbab menunjukkan suatu penghormatan dan status sosial dari seorang wanita. Seorang wanita dari golongan bawah mencoba menggunakan jilbab untuk memberikan kesan status yang lebih tinggi. Jilbab merupakan tanda kehormatan. Oleh karena itu di masyarakat Yahudi kuno, pelacur-pelacur tidak diperbolehkan menutup kepalanya. Tetapi pelacur-pelacur sering memakai penutup kepala agar mereka lebih dihormati (S.W.Schneider, 1984, hal 237). Wanita-wanita Yahudi di Eropa melanjutkan menggunakan jilbab sampai abad ke sembilan belas hingga mereka bercampur baur dengan budaya sekuler. Tekanan eksternal dari kehidupan di Eropa pada abad sembilan belas memaksa banyak dari mereka pergi keluar tanpa penutup kepala.</p>
<p>Beberapa wanita Yahudi kemudian lebih cenderung menggantikan penutup tradisional mereka dengan rambut palsu sebagai bentuk lain dari penutup kepala. Dewasa ini, wanita-wanita Yahudi yang saleh tidak pernah memakai penutup kepala kecuali bila mereka mengunjungi sinagog (gereja Yahudi) (S.W.Schneider, 1984, hal. 238-239). Sementara beberapa dari mereka. seperti sekte Hasidic, masih menggunakan rambut palsu (Alexandra Wright, 19??, hal 128-129).</p>
<p>Bagaimanakah jilbab menurut tradisi Kristen?<br />
Kita sendiri menyaksikan sampai hari ini bahwa para Biarawati Katolik menutup kepalanya yang suruhannya sebetulnya telah ada semenjak empat ratus tahun yang lalu. Tetapi bukan hanya itu, St. Paul (atau Paulus) dalam Perjanjian Baru, I Korintus 11:3-10, membuat pernyataan-pernyataan yang menarik tentang jilbab sebagai berikut: &#8220;Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap laki-laki adalah Kristus, kepala dari perempuan adalah laki-laki dan kepala Kristus adalah Allah. Tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang bertudung, menghina kepalanya. Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya. Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga mengguting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya. Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki. Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki. Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan dicipt akan karena laki-laki. Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena malaikat&#8221;. (I Korintus 11:3-10).</p>
<p>St. Paul memberikan penalaran tentang wanita yang berjilbab atau berkerudung adalah bahwa jilbab memberikan tanda kekuasaan pada laki-laki, yang merupakan gambaran kebesaran Tuhan, atas wanita yang diciptakan dari dan untuk laki-laki. St. Tertulian di dalam risalahnya &#8220;On The Veiling Of Virgins&#8221; menulis: &#8220;Wanita muda hendaklah engkau mengenakan kerudung saat berada di jalan, demikian pula hendaknya engkau mengenakan di dalam gereja, mengenakannya saat berada di antara orang asing dan mengenakannya juga saat berada di antara saudara laki-lakimu.&#8221;</p>
<p>Di antara hukum-hukum Canon pada Gereja Katolik dewasa ini, ada hukum yang memerintahkan wanita menutup kepalanya di dalam gereja (Clara M Henning, 1974, hal 272). Beberapa golongan Kristen, seperti Amish dan Mennoties contohnya, mereka hingga hari ini tetap mengenakan tutup kepala. Alasan mereka mengenakan tutup kepala, seperti yang dikemukakan pemimpin gerejanya adalah: &#8220;Penutup kepala adalah simbol dari kepatuhan wanita kepada laki-laki dan Tuhan,&#8221; logika yang sama seperti yang ditulis oleh St. Paul dalam Perjanjian Baru (D. Kraybill, 1960, hal 56).</p>
<p>Dari semua bukti-bukti di atas, nyata bahwa Islam bukanlah agama yang mengada-adakan dan mewajibkan penutup kepala, tetapi Islam telah mendukung hukum tersebut. Al Qur&#8217;an memerintahkan kepada laki-laki dan perempuan yang beriman untuk menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya. Juga memerintahkan wanita beriman agar memanjangkan penutup kepalanya sampai menutupi leher dan dadanya.</p>
<p><em>&#8220;Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: &#8220;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat&#8230;.. Katakanlah kepada wanita yang beriman : &#8220;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak darinya. Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dadanya&#8230;&#8221;</em> (An Nuur:30,31)</p>
<p>Di dalam Al Qur&#8217;an jelas tertulis bahwa kerudung sangat penting untuk menutup aurat. Mengapa aurat itu penting ? Hal itu dijelaskan dalam Al Qur&#8217;an surat Al Ahzab 59: <em>&#8220;Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu&#8217;min: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.&#8221; Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.&#8221;</em> (Al Ahzab:59)</p>
<p>Pada intinya, kesederhanaan digambarkan untuk melindungi wanita dari gangguan atau mudahnya, kesederhanaan adalah perlindungan.</p>
<p>Jadi, tujuan utama dari jilbab atau kerudung di dalam Islam adalah perlindungan. Kerudung di dalam Islam tidak sama seperti di dalam tradisi Kristen dimana merupakan tanda bahwa martabat laki-laki berada di atas wanita dan merupakan simbolisasi tunduknya wanita terhadap laki-laki. Kerudung di dalam Islam juga bukan seperti di dalam tradisi Yahudi dimana kerudung merupakan tanda keagungan dan tanda pembeda sebagai wanita bangsawan yang menikah. Kerudung di dalam Islam hanya sebagai tanda kesederhanaan dengan tujuan melindungi wanita, tepatnya semua wanita. Pada falsafah Islam dikenali prinsip bahwa selalu lebih baik menjaga daripada menyesal kemudian. Al Qur&#8217;an sangat<br />
memperhatikan wanita dengan menjaga tubuh mereka dan kehormatan mereka atas pernyataan laki-laki yang berani menuduh ketidaksucian seorang wanita, mereka akan mendapat balasan;</p>
<p><em>&#8220;Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah (mereka yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.&#8221;</em> (QS. An Nuur 4)</p>
<p>Bandingkan sikap Al Qur&#8217;an yang sangat tegas, dengan hukuman yang sangat longgar bagi pemerkosa di dalam Injil:</p>
<p><em>&#8220;If a man find a damsel that is a virgin, which is not betrothed, and there was none to save her. Then the man that lay with her shall give unto the damsel&#8217;s father fifty shekels of silver, and she shall be his wife; because he hath humbled her, he may not put her away all his days&#8221;</em> (Deut. 22:28-29).</p>
<p>Terjemahannya:<br />
&#8220;Jika seorang laki-laki menemui seorang gadis yang tidak dijanjikan untuk dinikahkan kemudian memperkosanya, dia harus membayar sebesar lima puluh shekels perak kepada ayah gadis itu. Laki-laki itu harus menikahi gadis tersebut karena perbuatannya dan dia tidak boleh menceraikannya selama hidupnya&#8221; (Ulangan. 22:28-29).</p>
<p>Patut ditanyakan, siapa yang sebenarnya dihukum dalam hal ini? Orang yang membayar denda karena telah memperkosa ataukah gadis yang dipaksa untuk menikah dengan laki-laki yang memperkosanya dan harus tinggal bersamanya sampai dia mati ? Pertanyaan lainnya: Mana yang lebih melindung seorang wanita sikap tegas Al Qur&#8217;an atau sikap kendor moral (lax) daripada Injil ?</p>
<p>Beberapa kalangan, terutama di belahan negara-negara Barat, mungkin cenderung untuk menertawakan bahwa kesederhanaan (modesty) berguna untuk perlindungan. Alasan mereka adalah perlindungan yang terbaik yaitu memperluaskan pendidikan, berperilaku yang sopan, dan pengendalian diri. Kami akan mengatakan: semua itu baik tapi tidak cukup.</p>
<p>Jika tindakan yang ada dipandang perlindungan yang sudah cukup, lalu mengapa wanita-wanita di Amerika Utara saat ini tidak berani berjalan sendirian di kegelapan atau bahkan cemas melewati tempat parkir yang sepi ?. Jika pendidikan adalah suatu penyelesaian lalu mengapa Universitas Queen yang terkenal pelayanan pendidikannya terpaksa harus mengantar pulang para mahasiswi di dalam kampus ?. Jika pengendalian diri adalah jawabannya, lalu mengapa kasus pelecehan sex di tempat kerja diberitakan di media masa nyaris setiap hari ?. Contohnya, yang tertuduh melakukan pelecehan sex dalam beberapa tahun terakhir: para perwira Angkatan Laut, Manager-manager,<br />
Professor-professor, Senators, Pengadilan Tinggi (Supreme Court Justices), dan bahkan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton sendiri !</p>
<p>Saya tercengang saat saya membaca statistik yang ditulis dalam sebuah pamflet yang dikeluarkan oleh Dean of women&#8217;s office di Universitas Queen berikut :</p>
<p>* Di Canada, setiap 6 menit ada seorang wanita yang mengalami pelanggaran sexual.</p>
<p>* 1 dari 3 wanita di Canada akan mengalami pelanggaran sexual pada suatu saat dalam kehidupannya.</p>
<p>* 1 dari 4 wanita berada dalam resiko diperkosa atau usaha pemerkosaan dalam kehidupannya.</p>
<p>* 1 dari 8 wanita akan mengalami pelanggaran sexual saat menjadi mahasiswi unitersitas.</p>
<p>* Sebuah penelitian menemukan bahwa 60% dari mahasiswa laki-laki mengatakan mereka akan berbuat pelanggaran seksual jika mereka yakin mereka tidak ditangkap.</p>
<p>Ada sesuatu yang secara fundamental amat sangat keliru di masyarakat kita ini [negara Barat, penerjemah] Suatu perubahan yang radikal sangat perlu dilakukan di dalam gaya hidup dan budaya kita ini. Budaya hidup sederhana (modesty) teramat sangat dibutuhkan.Sederhana dalam berpakaian, dalam bertutur kata, dan dalam sopan santun berhubungan antara pria dan wanita. Kalau perubahan tidak dilakukan, maka angka-angka statistik yang kelabu di atas akan makin suram dari hari ke hari hingga benar-benar semuanya terjerembab dalam kegelapan. Dan sialnya, penanggung beban masyarakat yang paling berat adalah para wanita.</p>
<p>Sesungguhnya kita semua menderita sebagaimana Khalil Gibran (sastrawan nasrani dari Libanon, penerjemah) pernah mengatakan: &#8220;&#8230;for the person who receives the blows is not like the one who counts them.&#8221; (Khalil Gibran, 1960, hal 56). Oleh sebab itu, sebuah masyarakat seperti Perancis yang pernah mengusir seorang gadis dari sekolahnya lantaran si gadis menampilkan kesederhaan dengan mengenakan tudung, sesungguhnya hanyalah tindakan yang mencelakakan masyarakat itu sendiri.</p>
<p>Adalah sebuah ironi maha besar di dalam dunia yang kita tinggali saat ini. Secarik tudung penutup kepala mereka katakan sebagai simbol &#8216;kesucian&#8217; saat dikenakan oleh seorang biarawati Katolik, padahal dalam ajaran Kristiani hal itu untuk menunjukkan kekuasaan pria. Namun apabila secarik tudung kepala tersebut dikenakan oleh seorang muslimah untuk keperluan melindungi diri, justru dituduh sebagai simbol penindasan pria atas wanita! []</p>
<p><strong>Catatan Redaksi</strong>: Artikel berikut adalah salah satu bab dari buku kecil karangan Dr. Sherif Abdel Azeem, seorang professor di Queen University, Ontario, Canada. Judul bukunya (terbitan 1996) adalah <em>Women in Islam versus Women in the Judaeo-Christian Tradition; The Myth and The Reality.</em> Hak Cipta ada pada pengarang dimana beliau mengijinkan untuk penyalinan dan terjemahan sepanjang tidak mengurangi isinya.</p>
<p>Terjemahan<br />
ke bahasa Indonesia dilakukan oleh Ria Amirul. Saat diterjemahkan, naskah asli bisa di-download dari situs http://www.stanford.edu/group/issu.</p>
<p>Sumber: WARITA, EDISI MILLENIUM &#8211; TAHUN KE XI, NO 2, FEBRUARI 2000</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/btm3.wordpress.com/580/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/btm3.wordpress.com/580/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/btm3.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/btm3.wordpress.com/580/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/btm3.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/btm3.wordpress.com/580/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/btm3.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/btm3.wordpress.com/580/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/btm3.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/btm3.wordpress.com/580/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/btm3.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/btm3.wordpress.com/580/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=btm3.wordpress.com&blog=1021987&post=580&subd=btm3&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://btm3.wordpress.com/2007/12/17/jilbab-menurut-islam-kristen-dan-yahudi-mitos-dan-realita-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/401e41a9d9c39f94d917acfa877205ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">btm3</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>