Untuk Mu Saudara seperjuangan

Untukmu Kader BTM3

 

Siang itu semua kelelahan. Terasa hirupan nafas yang tak biasa. Ritmenya menjadi lebih cepat. Sampai ada salah seorang diantara kami yang terbaring dan mengatakan. air..air..air.. Oh, Sangat didramatisir. Yang lain juga tak mau kalah. Ikut meronta meminta air. Dan panitia yang bertugas langsung dengan sigap memenuhi keinginan mereka (peserta). Seperti tahun-tahun sebelumnya kegiatan ini memang memeras tenaga. Untuk melatih kekuatan fisik tentunya.

 

Itulah potret sebuah kegiatan yang menjadi siklus tahunan. Yang harus dilalui oleh setiap calon pengurus wajiha ini. Setiap tahun ada regenerasi. Yang akan melanjutkan perjuangan ini. Perjuangan dikampus ini, Universitas Negeri Medan. BTM3 bukan satu-satunya. Tapi salah satunya. Salah satu organisasi yang diharapkan mampu menghadirkan solusi. Meski bukan untuk republik ini. Tapi setidaknya untuk kampus ini. Kampus yang telah memberi perubahan.

 

Haru tak tertahankan. Saat mengikuti Training dari BTM3 pertama kali. Jika kembali mengingat, artinya kembali membuka memory tentang orang-orang yang tak lagi dikampus ini, tentang orang-orang yang telah berjasa menjadi penyambung hidayah ini, tentang orang-orang yang dengan tulus mengayomi dan sabar menanti perubahan diri ini, dengan keyakinan ”Kalian akan menjadi penerus dakwah ini”. Akan banyak cerita, dengan ungkapan ” dulu, kumasih begini”, ”kumasih begitu”. Tapi saat ini, sungguh berbeda. Ada kerinduan mendalam akan segalanya. Ada canda tawa, ada kelakar menawan, ada senyum yang disembunyikan. Ada pekikan takbir di sela keheningan. Ya Rabb, ridhoilah kami.

 

Masih teringat saat mengikuti musyawarah perdana. Yang kini kukenal dengan syura. Ada banyak pendapat yang disampaikan. Ada adu argumen yang diakhiri dengan saling menasihati. Sampai masalah menu minuman diacara penutup dibahas begitu panjang. Dan akhirnya, Subhanallah. Jus semangka yang masih kuingat merahnya.

 

BTM3 hampir memenuhi ku hari ini. Dan semua ingatan ini akan menjadi amunisi pengobar semangat yang ku tak khawatir akan kehabisannya. Karena memory antum semua akan menjadi bola semangat yang luarbiasa. Selain itu pasti ada kenangan pahit dan  memory getir dibalik perjuangan yang menghinggapi kita. Maka yakinlah perjuangan itu akan menjadi simpul senyum manis penerus kita nantinya, yang akan mengatur jutaan bata, yang boleh jadi belum pas susunanya. Sehingga generasi setelah kita juga mampu menatap masa depan dakwah kampus (unimed) yang lebih cerah.

 

Lihatlah hari ini, ada banyak penerus kita dengan semangatnya yang luarbiasa. Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki. Dengan potensi yang masih malu-malu mewarnai.

 

Mari berikan yang terbaik bagi dakwah ini. Dengan mempersiapkan generasi setelah kita. Generasi yang kuat, tangguh dan optimis menatap masa depan dengan memberikan keteladanan. Keteladanan adalah kunci pembelajaran. Karena tanpanya Proses yang terjadi hanya transfer of knowledge. Bukan yang kita inginkan yaitu, transfer of value .Keteladanan sebagai seorang kakak kepada adiknya, sebagai seorang abang kepada adiknya. Adiknya yang masih menanti pembelajaran, menanti masukan, kritikan dan kasih sayang. Jangan sampai terdengar lagi kata tidak mengerti, jangan sampai mereka merasa kehilangan kita hanya karena belum lengkap pembelajaran yang kita berikan. Proses ini harus segera dilakukan, karena setelahnya kita akan tersenyum melihat mereka dapat berbuat lebih dari kita.

 

Dan yang kita harapkan, tiada kekhawatiran saat akan meninggalkan kampus ini. Karena kita tidak meniggalkan generasi yang lemah setelah kita.

 

 

By: Muhammad Azhar (alumni ketua umum BTM3 Unimed 08/09)

Tinggalkan Balasan